Nasib Saham Hari Ini: Analisis IHSG & Stock Market News Today

Daftar Isi

Oleh: Mahar Santoso

Jakarta, 5 Februari 2026


Executive Summary

The Indonesia Stock Exchange (IDX) Composite Index (IHSG) closed lower on Thursday, February 5, 2026, dropping 0.53% to 8,103.879. Despite an early morning surge to a high of 8,214.461, the market faced significant selling pressure, particularly from foreign investors who recorded a net sell of IDR 469.81 billion. Trading volume remained robust with 33.62 billion shares exchanged, valued at IDR 20.00 trillion. Consumer Non-Cyclicals was the only sector to post gains, while Industrials and Infrastructure led the decline. This report provides a comprehensive breakdown of top brokers, stock movers, and sectoral performance to guide your investment strategy.


Halo sobat investor! Ketemu lagi sama saya, Mahar Santoso. Selesai sholat maghrib tadi, saya langsung meluncur ke depan monitor buat ngelihat data saham dan pergerakan harga saham hari ini. Sebagai orang yang sudah "nyebur" di bursa sejak 2014, saya melihat dinamika hari ini cukup menantang sekaligus menarik untuk dibedah buat riset kita bersama.

Kalau kemarin kita sempat optimis, hari ini pasar tampaknya sedang ingin "istirahat" dulu. IHSG kita harus rela parkir di zona merah setelah sempat pamer kekuatan di sesi pagi. Buat yang ketinggalan update kemarin, jangan lupa cek Market Recap Saham IHSG IDX 4 Februari ya buat perbandingannya.

Overview Stock Market News Indonesia: IHSG dalam Tekanan

Pasar modal Indonesia pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026, ditutup melemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sebesar 42,838 poin atau terkoreksi 0,53% ke level 8.103,879. Padahal, kalau kita lihat grafik intraday, IHSG sempat tancap gas di awal pembukaan sampai menyentuh level tertinggi (highest) di 8.214,461 pada pukul 09:36 WIB.

Sayangnya, euforia itu nggak bertahan lama. Tekanan jual mulai terasa sepanjang siang hingga sore hari, hingga akhirnya indeks menyentuh titik terendahnya di 8.102,786 tepat saat penutupan pasar pukul 16:00 WIB. Berikut adalah ringkasan statistiknya:

  • Previous Close: 8.146,717
  • Volume Perdagangan: 33.624 juta lembar saham
  • Nilai Transaksi (Value): Rp 20.001 Miliar
  • Frekuensi Transaksi: 2.494 ribu kali
  • Market Cap IHSG: Rp 3.603 Triliun

Penurunan ini membuat kinerja IHSG secara Year-to-Date (YTD) masih tertahan di zona negatif, yakni sebesar -6,28%. Tampaknya, proses rebalancing portofolio di awal tahun ini masih terus berlangsung.

Top Broker: Siapa yang Paling Agresif?

Melihat stock market news today, peran anggota bursa atau broker sangat krusial dalam menggerakkan likuiditas. Hari ini, Stockbit Sekuritas Digital (XL) kembali menunjukkan taringnya sebagai pemimpin pasar dari sisi volume dan frekuensi.

Top Broker by Value (Biliar IDR)

Berdasarkan nilai transaksi, berikut adalah tiga besar broker yang paling sibuk hari ini:

  1. Stockbit Sekuritas Digital (XL): Rp 4.609 Miliar (11,52%)
  2. Mandiri Sekuritas (CC): Rp 4.243 Miliar (10,61%)
  3. UBS Sekuritas Indonesia (AK): Rp 3.539 Miliar (8,85%)

Dominasi XL di sisi frekuensi sangat mencolok, mencapai 1,51 juta kali transaksi atau sekitar 30,37% dari total frekuensi bursa. Ini menandakan basis investor ritel masih sangat aktif bertransaksi meskipun pasar sedang volatile.

Top Broker by Volume (Juta Saham)

  • Stockbit Sekuritas Digital (XL): 12.611 juta saham (18,75%)
  • Mandiri Sekuritas (CC): 6.171 juta saham (9,18%)
  • Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP): 5.418 juta saham (8,06%)

Top Stocks & Top Laggards: Penggerak Indeks Hari Ini

Meskipun indeks merah, bukan berarti semua harga saham hari ini ikut rontok. Ada beberapa saham yang justru menjadi pahlawan (leaders) dan ada yang menjadi beban (laggards) bagi IHSG.

Top Leaders (Pendorong IHSG)

Saham-saham ini memberikan kontribusi poin positif terhadap indeks:

  • ASII (Astra International): Naik 4,12%, menyumbang +11,26 poin terhadap IHSG.
  • TPIA (Chandra Asri): Naik 5,84%, menyumbang +8,30 poin.
  • BMRI (Bank Mandiri): Naik 1,00%, menyumbang +3,88 poin.

Top Laggards (Penekan IHSG)

Di sisi lain, saham-saham ini justru menyeret IHSG jatuh lebih dalam:

  • FILM (MD Pictures): Ambles -14,85%, memangkas -10,56 poin dari IHSG.
  • MORA (Mora Telematika): Turun -14,93%, memangkas -8,87 poin.
  • DSSA (Dian Swastatika Sentosa): Turun -2,65%, memangkas -8,49 poin.

Kalau kita lihat dari sisi volume, saham BUMI menjadi yang paling banyak diperdagangkan dengan total 4.421 juta lembar saham. Sementara itu, dari sisi nilai transaksi, saham BBRI memimpin dengan nilai Rp 1.340 Miliar, disusul BBCA sebesar Rp 1.128 Miliar.

Analisis Sektoral: Hanya Satu yang Hijau!

Melihat performa sektoral hari ini, situasinya cukup menyedihkan bagi para bulls. Dari 11 sektor yang ada di BEI, hanya Consumer Non-Cyclicals yang berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan 0,79%. Sektor ini tampaknya menjadi safe haven sementara di tengah ketidakpastian.

Berikut adalah beberapa sektor yang mengalami koreksi terdalam:

Sektor Perubahan (%)
Industrials -1,35%
Infrastructures -1,23%
Energy -1,20%
Technology -1,19%

Pelemahan di sektor infrastruktur dan energi cukup memberikan tekanan berat, mengingat kapitalisasi pasar di sektor-sektor ini cukup signifikan.

Foreign Flow: Waspada Capital Outflow

Salah satu faktor utama yang membuat IHSG loyo hari ini adalah aksi jual bersih oleh investor asing. Terjadi capital outflow yang cukup terasa di pasar reguler maupun negosiasi.

  • Net Foreign Sell (Today): Rp 469,81 Miliar.
  • Net Foreign Sell (YTD): Rp 11.959,69 Miliar.

Meskipun investor domestik masih mendominasi komposisi perdagangan hari ini (69% berbanding 31% milik asing), tekanan jual dari investor mancanegara pada saham-saham blue chip tetap menjadi sentimen negatif yang kuat. Kurs rupiah yang berada di level 1 \text{ USD} = 16.826 \text{ IDR} juga menjadi faktor yang terus dipantau oleh para pelaku pasar.

Kinerja Indeks Syariah (ISSI)

Bagi teman-teman yang fokus pada investasi syariah, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hari ini juga mengalami tekanan, bahkan lebih dalam dari IHSG. ISSI turun 0,79% ke level 284,929.

Total kapitalisasi pasar saham syariah (ISSI) mencapai Rp 8.202 Triliun, atau mencakup 56% dari total market cap di IDX. Saham syariah dengan market cap terbesar saat ini masih dipegang oleh DSSA (Rp 678,1 T) dan TPIA (Rp 627,2 T).

Perbandingan dengan Pasar Global

Indonesia tidak sendirian dalam menghadapi volatilitas. Namun, jika dibandingkan dengan rekan-rekan di ASEAN, performa kita hari ini agak tertinggal. Singapore (STI) justru naik 0,21% dan Philippines (PSEi) naik 0,14%. Di sisi lain, Vietnam (VN-Index) mengalami kejatuhan lebih dalam sebesar 1,21%. Secara global, bursa Korea (KOSPI) juga terjun bebas sebesar 3,86% hari ini.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia hari ini menunjukkan tanda-tanda konsolidasi dengan kecenderungan melemah. IHSG yang gagal mempertahankan level 8.200 dan justru ditutup di titik terendah harian mengindikasikan adanya tekanan jual yang masih kuat untuk esok hari. Investor perlu mewaspadai berlanjutnya aksi jual asing (capital outflow) dan tetap memperhatikan rilis data ekonomi domestik sebagai katalis penggerak.

Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah tetap disiplin pada trading plan, melakukan diversifikasi ke sektor yang lebih defensif seperti Consumer Non-Cyclicals, dan memantau saham-saham pendorong seperti ASII dan TPIA yang menunjukkan resiliensi hari ini.


Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan riset, bukan merupakan saran investasi, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari keputusan investasi berdasarkan data dalam artikel ini. Data diambil dari Laporan Statistik Harian IDX per 5 Februari 2026.


Tentang Penulis

Mahar Santoso adalah seorang pegawai negeri sipil yang aktif sebagai praktisi di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2014. Di waktu senggangnya, ia gemar berlari jarak jauh dan melakukan riset data pasar modal secara mendalam untuk membantu investor ritel memahami dinamika bursa secara objektif.

Mahar Santoso
Mahar Santoso Your Strategic Partner

Seorang profesional Think Tank di Kementerian Kesehatan RI dan lulusan Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Aktif sebagai investor pasar modal sejak 2014 dan penggiat lari jarak jauh. Berfokus pada publikasi berbasis data riset yang objektif.