Harga Saham Hari Ini: IHSG Terkoreksi, Saham BUMI Aktif
![]() |
| Saham Hari Ini 19 Februari 2026, IHSG Turun! |
Oleh Mahar Santoso
Depok, 19 Februari 2026
Executive Summary
Stock Market News Indonesia Daily Report - February 19, 2026
The Jakarta Composite Index (IHSG) experienced a mild correction today, closing at 8,274.081, down by 0.43% amidst mixed sectoral performances. Despite the index's decline, driven heavily by heavyweights in the banking and infrastructure sectors, foreign investors registered a net buy of IDR 387.02 billion. Trading activity was notably robust, recording a total value of IDR 26.12 trillion with significant rotation into third-liner stocks. This aggressive shift highlights a market currently dominated by daily scalping rather than long-term investing, demanding heightened vigilance from retail participants. Key stocks in focus include massive volume trades in BUMI and significant price jumps in smaller equities like RMKO.
Dinamika Bursa Menjelang Akhir Pekan
Pada perdagangan hari Kamis, 19 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada zona merah. IHSG mencatatkan penurunan sebesar 36,146 poin atau terkoreksi 0,43%, mendarat pada level 8.274,081. Penurunan ini diwarnai oleh aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi raksasa (big caps), meskipun secara mengejutkan arus modal asing (foreign flow) justru mencatatkan posisi beli bersih (net buy). Di tengah gejolak indeks utama, volatilitas tinggi justru terjadi pada saham-saham lapis ketiga yang menjadi arena scalping bagi para trader ritel.
Bagi Anda yang ingin melihat kilas balik pergerakan pasar sehari sebelumnya untuk mencari benang merah, silakan baca ulasan komprehensif kami di Market Recap 18 Feb 2026.
Overview Stock Market News Indonesia Daily Report 19 Februari 2026
Berdasarkan data harian yang dirilis oleh IDX, pergerakan harga saham hari ini menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 8.376,199 pada pagi hari. Namun, tekanan jual yang masif pada sesi siang menekan indeks hingga ke titik terendah di 8.251,812.
Statistik perdagangan hari ini menunjukkan antusiasme pelaku pasar yang sangat tinggi. Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 49.509 juta lembar saham dengan nilai transaksi (value market) menembus Rp26.124 miliar atau sekitar Rp26,12 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 3.240 ribu kali. Angka frekuensi yang mencapai lebih dari 3 juta kali dalam sehari ini merepresentasikan tingkat partisipasi spekulatif yang luar biasa dari pelaku pasar.
Kapitalisasi pasar (market cap) bursa secara keseluruhan tercatat sebesar Rp14.970 triliun, dengan valuasi fundamental pasar berada pada Price to Earnings Ratio (Market PER) di angka 15,89 kali dan Price to Book Value (Market PBV) di 2,33 kali. Valuasi ini menunjukkan bahwa secara historis, pasar saham Indonesia masih berada pada level yang rasional, meskipun beberapa sektor terlihat overvalued.
Top Broker by Value and by Volume: Dominasi Ritel dan Asing
Menganalisis pergerakan Saham tidak akan lengkap tanpa membedah siapa aktor di balik layar, atau dalam hal ini, broker mana yang memfasilitasi transaksi terbesar. Hari ini, dominasi broker ritel digital sangat terasa.
Berdasarkan Volume Perdagangan
- Stockbit Sekuritas Digital (XL): Memimpin jauh di posisi pertama dengan memfasilitasi volume transaksi sebesar 18.481 juta lembar saham, atau menguasai 18,66% dari total pangsa pasar volume hari ini.
- Mandiri Sekuritas (CC): Berada di posisi kedua dengan volume 8.800 juta lembar saham (8,89%).
- Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP): Mengamankan posisi ketiga dengan 7.504 juta lembar saham (7,58%).
Berdasarkan Nilai Transaksi (Value)
- Stockbit Sekuritas Digital (XL): Kembali merajai dengan nilai transaksi Rp7.291 miliar, mencakup 13,95% pangsa pasar nilai hari ini.
- Mandiri Sekuritas (CC): Mencatatkan nilai Rp5.003 miliar (9,58%).
- UBS Sekuritas Indonesia (AK): Sebagai representasi broker asing, AK membukukan transaksi Rp4.155 miliar (7,95%).
Tingginya dominasi broker ritel seperti XL dan YP mengindikasikan bahwa perputaran uang yang masif hari ini banyak didorong oleh keputusan investasi individu. Untuk memahami lebih jauh karakter masing-masing sekuritas, pelajari daftar lengkapnya di 50 Kode Broker Pialang Saham 2026.
Saham BREN, BBCA, BBRI Tertekan: Top Laggards yang Membebani IHSG
Penurunan IHSG hari ini tidak lepas dari terkoreksinya harga saham-saham dengan kapitalisasi raksasa yang masuk dalam daftar Top Laggards. Saham perbankan yang biasanya menjadi motor penggerak, hari ini justru menjadi rem utama.
- BMRI (Bank Mandiri): Menjadi pemberat utama indeks dengan koreksi harga -3,79%, menyumbang beban pelemahan IHSG sebesar -15,53 poin.
- DCII (DCI Indonesia): Turun -5,68%, menekan indeks sebesar -12,71 poin.
- BBCA (Bank Central Asia): Saham bbca, yang sering dianggap sebagai primadona investor, turun -1,37% dan memberikan tekanan -9,47 poin terhadap IHSG. Secara valuasi total, bbca saham masih memiliki kapitalisasi pasar Rp876 triliun.
- BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Setali tiga uang, saham bbri hari ini juga terkoreksi -1,57%, menyumbang minus -9,43 poin ke IHSG.
- BREN (Barito Renewables Energy): Saham bren, yang menduduki takhta tertinggi kapitalisasi pasar di angka Rp1.084 triliun, harus rela turun -1,52%, menekan indeks sebesar -4,63 poin.
Fenomena ini sering dikaitkan dengan aksi rebalancing portofolio oleh fund manager institusi, baik lokal maupun asing, yang mengambil posisi profit taking di saham blue chip untuk dipindahkan ke instrumen lain.
Sektor yang Berperan: Rotasi Menuju Basic Materials
Jika kita membedah indeks sektoral, terlihat jelas kemana aliran dana bergerak hari ini. Sektor Infrastruktur menjadi korban terparah dengan anjlok tajam -13,63%. Begitu pula dengan sektor Teknologi yang harus memerah -8,15%, menunjukkan bahwa euforia saham teknologi masih rentan terhadap aksi jual.
Sebaliknya, ada optimisme yang kuat di sektor Basic Materials yang berhasil melesat +2,85% hari ini, sekaligus mengakumulasi kenaikan sepanjang tahun (YTD) sebesar +16,31%. Sektor Transportasi & Logistik juga menahan kejatuhan pasar dengan kenaikan +1,92%. Rotasi sektoral ini merupakan hal lumrah dalam ekosistem bursa, mencerminkan antisipasi pasar terhadap kebijakan ekonomi makro ke depan.
Posisi Domestik vs Foreign dan Analisis Foreign Flow
Satu anomali positif dari koreksi pasar hari ini adalah tidak terjadinya capital outflow dari investor asing. Sebaliknya, foreign flow mencatatkan Net Buy sebesar Rp387,02 miliar di pasar reguler, tunai, dan negosiasi. Ini setara dengan sekitar USD 22,87 juta.
Namun, secara komposisi, dominasi investor domestik sangat absolut. Dari total transaksi harian, investor domestik menyumbang 77% (Rp19.800 miliar beli dan Rp20.187 miliar jual). Di sisi lain, investor asing hanya menguasai 23% porsi transaksi (Rp6.324 miliar beli dan Rp5.937 miliar jual).
Artinya, tekanan jual yang menekan IHSG hari ini mayoritas datang dari investor domestik (institusi dan ritel), sementara pihak asing memanfaatkan momentum pelemahan ini untuk melakukan akumulasi bertahap pada aset-aset berharga diskon.
Peringatan Ekstra: Saham Lapis Ketiga (Third Layer) Sedang "Manggung"
Di balik indeks yang memerah, pesta justru terjadi di warung sebelah. Deretan Top Gainers hari ini tidak diisi oleh saham berfundamental solid, melainkan didominasi oleh saham-saham lapis ketiga yang dikenal dengan volatilitas ekstrim.
Saham seperti KOCI meroket 35,00% ke level 216. BRRC terbang 34,04%. Bahkan, rmko saham (RMKO) melesat naik 24,69% dari harga sebelumnya 810 menjadi 1.010.
Fenomena ini juga didukung oleh data Top Stocks by Volume. BUMI saham (Bumi Resources) merajai transaksi dengan volume fantastis 9.836 juta lembar saham, mewakili nyaris 20% dari total volume bursa hari ini. Saham bumi juga mencatatkan frekuensi transaksi tertinggi sebanyak 178.264 kali.
Insight Praktis: Mengamuknya saham-saham gurem ini menandakan bahwa aktivitas scalping harian lebih dominan daripada aliran dana investasi jangka panjang. Pasar sedang didikte oleh spekulan. Sebagai analis, saya harus memberikan peringatan tegas: Hati-hati kalau tidak memantau langsung layar running trade. Saham-saham dengan kenaikan puluhan persen dalam sehari bisa berbalik arah (ARB) dalam hitungan menit akibat guyuran volume take profit. Jika Anda adalah pegawai kantoran atau PNS yang tidak bisa menatap layar setiap saat, hindari mengejar harga yang sedang "terbang".
Rekomendasi Harga Saham Investasi 20 Februari 2026
Menghadapi hari perdagangan terakhir di pekan ini (Jumat, 20 Februari 2026), investor yang berorientasi fundamental disarankan untuk tidak terbawa arus panic selling maupun Fear of Missing Out (FOMO) pada saham lapis ketiga.
- Manfaatkan Koreksi Big Caps: Koreksi pada bbca saham, saham bbri, dan BMRI membuka ruang akumulasi yang menarik bagi investor jangka panjang. Valuasi mereka yang turun akibat sentimen teknikal sesaat memberikan margin of safety yang lebih baik.
- Perhatikan Sektor Properti dan Pembiayaan Perumahan: Meskipun bbtn saham tidak tampil secara spesifik dalam radar anomali hari ini, sentimen suku bunga stabil biasanya berimbas positif pada bank yang berfokus pada kredit perumahan (KPR). Secara historis, momentum koreksi indeks adalah saat yang tepat untuk menyicil saham properti dan perbankan lapis kedua yang berkinerja sehat.
- Eksplorasi Sektor Material Dasar (Basic Materials): Mengingat sektor ini memimpin penguatan harian (+2,85%) dan merupakan top performer secara YTD (+16,31%), saham-saham seperti MBMA yang menyumbang +7,88 poin ke IHSG hari ini patut diamati lebih lanjut pada area support amannya.
- Hindari Spekulasi Tanpa Stop-Loss: Jika Anda tetap bersikeras ikut "manggung" di saham-saham top volume seperti saham bumi atau emiten small-cap yang baru naik pesat, wajib hukumnya memasang fitur auto order stop-loss pada aplikasi sekuritas Anda.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Harga Saham Hari Ini di BEI menunjukkan fenomena mixed sentiment. IHSG memang melemah tipis, tertekan oleh aksi ambil untung pada saham-saham kapitalisasi besar (saham bren, bbca, bbri). Namun, fakta bahwa investor asing masih melakukan net buy memberikan sinyal optimisme bahwa fundamental makroekonomi kita masih dipercaya oleh kapital global. Di sisi lain, euforia pada saham lapis ketiga menjadi bukti likuiditas ritel yang melimpah, meski mengandung risiko tinggi bagi investor yang kurang disiplin.
Sebagai referensi utama, semua data dalam analisa ini disarikan dari IDX Daily Statistics resmi BEI. Anda dapat mengonfirmasi data mentah tersebut melalui tautan berikut: Statistik IDX.
Disclaimer
Artikel ini disusun murni sebagai informasi, riset independen, dan opini jurnalistik, bukan sebagai rekomendasi paksaan untuk membeli atau menjual instrumen saham tertentu. Segala bentuk keputusan investasi merupakan tanggung jawab penuh dari pembaca. Pasar saham mengandung risiko kerugian finansial yang signifikan. Penulis tidak berafiliasi dengan pihak-pihak yang bermaksud memanipulasi pasar.
Terima kasih telah menjadi bagian dari ekosistem riset maharsantoso.id. Kontribusi Anda sangat berarti bagi independensi analisa kami.
.png)