Harga Saham Hari Ini: IHSG Melesat ke 8.310, BUMI & BREN Jadi Rebutan!
![]() |
| IHSG 18 Februari 2026 |
Penulis: Mahar Santoso
Tempat: Jakarta, Indonesia
Tanggal: 18 Februari 2026
Executive Summary
The IDX Composite (IHSG) closed on a strong note on Wednesday, February 18, 2026, surging 1.19% to reach 8,310.227. The market saw significant participation with a total transaction value of IDR 25.2 trillion, bolstered by a net foreign buy of IDR 1.44 trillion. Leading the charge were big-cap banks like BMRI, BBRI, and BBCA, alongside the renewable energy giant BREN. Meanwhile, BUMI dominated trading volumes, accounting for over 21% of the day's total stock volume. Despite the bullish trend, market experts advise retail investors to remain cautious, emphasizing that "cash is king" in periods of high volatility.
Overview Stock Market News Indonesia Daily Report 18 Februari
Halo sobat investor! Ketemu lagi sama saya, seorang PNS yang kalau pagi sibuk urus administrasi negara, sorenya lari santai mengejar heart rate zona 2, dan malamnya "berlari" di atas tumpukan data Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagai orang yang sudah terjun di bursa sejak 2014, saya selalu percaya bahwa Harga Saham Hari Ini adalah cermin dari psikologi massa dan fundamental ekonomi yang sedang berjalan.
Hari ini, Rabu, 18 Februari 2026, IHSG kita benar-benar tampil prima. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses ditutup menguat +97.956 poin atau naik sekitar 1.19% ke level 8,310.227. Kalau kita lihat grafiknya, sejak pembukaan pukul 09:00 WIB yang sempat menyentuh titik terendah di 8,227.452 (hanya naik 0.18%), indeks terus merangkak naik hingga mencapai puncaknya tepat saat penutupan di pukul 16:00 WIB.
Total volume perdagangan hari ini mencapai 48,358 juta saham dengan nilai transaksi (value) yang cukup tebal, yakni Rp25,239 triliun. Frekuensi transaksi pun sangat ramai, menyentuh angka 3,1 juta kali. Ini menandakan pasar sangat bergairah, bukan sekadar kenaikan semu.
Bagi Anda yang mengikuti Market Recap 9 Februari lalu, Anda pasti sadar bahwa tren penguatan ini mulai teruji kembali. Namun, pertanyaannya, apakah retail harus langsung "All In"? Mari kita bedah lebih dalam.
Top Broker by Value and Volume: Siapa Penggerak Pasar?
Dalam dunia persahaman, memantau pergerakan broker adalah kunci untuk melihat ke mana "uang besar" atau smart money mengalir. Berdasarkan data BEI hari ini, Stockbit Sekuritas Digital (kode broker: XL) kembali merajai klasemen.
Top Broker Berdasarkan Volume
- Stockbit Sekuritas Digital (XL): Menguasai 19.10% market share dengan volume 18,475 juta saham.
- Semesta Indovest Sekuritas (MG): Di posisi kedua dengan 9.11% atau 8,807 juta saham.
- Mandiri Sekuritas (CC): Melengkapi tiga besar dengan 7.67%.
Top Broker Berdasarkan Value
Kalau kita lihat dari sisi nilai transaksi, urutannya sedikit berubah, yang mencerminkan transaksi di saham-saham blue chip berharga mahal:
- Stockbit Sekuritas Digital (XL): Nilai transaksi mencapai Rp6,945 triliun (13.76%).
- UBS Sekuritas Indonesia (AK): Broker asing ini mencatat nilai Rp5,164 triliun (10.23%).
- Mandiri Sekuritas (CC): Mencatat Rp4,258 triliun (8.44%).
Munculnya broker AK di posisi kedua berdasarkan nilai menunjukkan adanya aktivitas rebalancing portofolio oleh institusi asing. Untuk detail kode broker lainnya, silakan cek artikel kami tentang 50 Kode Broker Pialang Saham 2026.
Top Stock and Top Laggards: Panggung bagi BUMI dan BREN
Berbicara soal Saham BUMI, rasanya tidak ada habisnya. Hari ini, saham BUMI kembali menjadi primadona dari sisi volume perdagangan. Tidak tanggung-tanggung, volumenya mencapai 10,540 juta saham atau menguasai 21.80% dari total transaksi di bursa. Dari sisi nilai pun, bumi saham ini bertengger di posisi pertama dengan nilai transaksi Rp3,067 triliun.
Namun, bintang panggung IHSG sebenarnya adalah para Leaders yang mendorong poin indeks naik tinggi. Berikut adalah detailnya:
Top Leaders IHSG Hari Ini
- BMRI (Bank Mandiri): Naik 3.94%, menyumbang +15.53 poin ke IHSGli>
- Saham BREN (Barito Renewables Energy): Naik 2.81%, menyumbang +8.33 poin. Dengan market cap mencapai Rp1,100 triliun, saham bren tetap menjadi penentu arah angin indeks.
- Saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Naik 1.32%, menyumbang +7.86 poin.
- Saham BBCA (Bank Central Asia): Naik 1.04%, menyumbang +7.11 poin. Pergerakan bbca saham seringkali dianggap sebagai indikator kepercayaan investor asing.
- RMKO (RMK Logistics): Menariknya, rmko saham masuk dalam jajaran Top Gainers dengan kenaikan fantastis 24.62% ke harga Rp810 per lembarli>
Top Laggards: Yang Menahan Laju Indeks
Di sisi lain, ada saham-saham yang justru "memerah" dan menahan IHSG agar tidak terbang terlalu tinggi:
- DSSA: Turun 2.99%, memangkas -10.00 poin dari IHSG.
- BRMS: Turun 3.70%, menyumbang -5.97 poin laggard.
- TPIA: Turun 2.47%, menyumbang -3.63 poin.
Bagi pemburu dividen, bbtn saham mungkin tidak masuk top chart hari ini, namun pergerakan sektor perbankan secara umum masih sangat solid dengan dukungan fundamental yang kuat.
Sektor yang Berperan: Transportasi dan Energi Memimpin
Jika kita bedah per sektor, kenaikan IHSG hari ini didorong oleh hampir seluruh sektor, namun ada beberapa yang sangat menonjol:
| Sektor | Perubahan (%) | Highlight Saham |
|---|---|---|
| Transportation & Logistic | +3.25% | Sektor dengan kenaikan tertinggi hari ini. |
| Energy | +2.45% | Didorong oleh transaksi masif di saham bumi dan penguatan harga komoditas global. |
| Consumer Cyclicals | +2.00% | Menunjukkan optimisme daya beli masyarakat. |
| Infrastructures | +1.94% | Sektor tempat saham bren bernaung. |
Hanya sektor Basic Materials yang kenaikannya cukup tipis (+0.58%) dan Healthcare (+0.12%) yang cenderung stagnan hari ini. Sebagai peneliti data, saya melihat rotasi sektor sedang terjadi dari saham-saham defensif ke saham-saham yang lebih agresif (cyclical).
Foreign Flow: Asing Mulai Masuk Lagi?
Data stock market news today menunjukkan kabar baik dari sisi investor mancanegara. Hari ini tercatat ada Net Foreign Buy senilai Rp1,443.08 miliar atau sekitar Rp1.44 triliun. Ini adalah angka yang cukup besar dan memberikan nafas segar bagi IHSG.
Berikut rincian transaksi asing hari ini:
- Foreign Buy: Rp8,083 triliun.
- Foreign Sell: Rp6,640 triliun.
Meskipun secara Year to Date (YTD) investor asing masih mencatatkan Net Sell sebesar Rp15,046 triliun, namun aksi beli hari ini di saham-saham berkapitalisasi besar seperti bbca saham dan bbri saham bisa menjadi sinyal awal pembalikan arus modal (capital inflow)p>
Posisi Domestik vs Foreign: Dominasi Lokal Tetap Kuat
Secara komposisi investor, pasar modal Indonesia saat ini masih didominasi oleh kekuatan domestik. Berdasarkan Investor Composition Today, investor domestik memegang 71% porsi transaksi, sementara asing hanya 29%p>
Kondisi ini sebenarnya bagus untuk stabilitas pasar. Jika terjadi guncangan global, IHSG tidak akan langsung "runtuh" karena fund manajer lokal dan retail domestik memiliki daya tahan yang lebih kuat. Namun, sisi negatifnya, tanpa dorongan asing, IHSG terkadang kekurangan tenaga untuk menembus level resisten psikologis yang baru.
Dari sisi nilai transaksi hari ini:
- Domestic Investor: Total jual Rp18,599 triliun, total beli Rp17,156 triliunli>
- Foreign Investor: Total beli Rp8,083 triliun, total jual Rp6,640 triliun.
Terlihat bahwa investor domestik banyak melakukan aksi profit taking di tengah kenaikan harga, sementara asing justru melakukan akumulasi.
Value Market: Fundamental IHSG Saat Ini
Bagi Anda yang suka riset data seperti saya, angka fundamental adalah "kitab suci". Per hari ini, Market PER (Price to Earnings Ratio) IHSG berada di angka 15.87x. Sementara itu, Market PBV (Price to Book Value) ada di level 2.34x.
Angka ini menunjukkan bahwa secara valuasi, IHSG tidak bisa dibilang murah, tapi juga belum masuk kategori bubble. Sebagai perbandingan, banyak bursa di negara maju memiliki PER di atas 20x. Jadi, ruang untuk bertumbuh itu masih ada, asalkan pertumbuhan laba emiten (EPS) tetap terjaga.
Total kapitalisasi pasar (Market Cap) BEI saat ini mencapai Rp15,047 triliun. Angka yang fantastis, bukan? Ini membuktikan bahwa bursa kita semakin dalam (deep market) dan likuid.
Cash is King: Pesan untuk Investor Retail
Sebagai sesama "pejuang cuan" di sela-sela kesibukan kantor, saya ingin mengingatkan satu hal: Cash is King. Walaupun hari ini IHSG hijau royo-royo, jangan terjebak FOMO (Fear of Missing Out).
Retail, jika digabungkan memang besar, tapi jika tidak terorganisir, kita sulit menjadi market mover. Di tengah kondisi geopolitik global yang dinamis dan fluktuasi nilai tukar (USD/IDR hari ini di Rp16,884), menahan uang tunai atau wait and see adalah strategi yang sangat bijak.
"Lebih baik kehilangan peluang daripada kehilangan modal. Jika profil risiko Anda tidak siap dengan volatilitas tinggi, lebih baik tahan uang Anda di instrumen yang lebih aman sebelum memutuskan masuk ke saham."
Ingat, work-life balance itu penting. Jangan sampai stres memantau running trade mengganggu performa kerja Anda di kantor atau waktu lari sore Anda. Investasi harusnya membuat tidur lebih nyenyak, bukan malah begadang karena cemas.
Rekomendasi Harga Saham Investasi 19 Februari 2026
Berdasarkan data harian yang kita bedah, berikut adalah beberapa poin untuk diperhatikan besok:
- Sektor Perbankan (BBCA, BBRI, BMRI): Masih layak hold. Aksi beli asing di saham-saham ini biasanya berlanjut selama 2-3 hari ke depan jika sentimen global mendukung.
- Saham BREN: Perhatikan level psikologisnya. Sebagai salah satu top leader hari ini, saham bren berpotensi melanjutkan penguatan jika volume beli tetap tinggi.
- Saham BUMI: Hati-hati dengan volatilitas. Volume 10 miliar saham adalah angka yang masif, seringkali diikuti dengan koreksi teknis jika ada aksi ambil untung massal.
- RMKO: Setelah naik 24%, potensi profit taking di rmko saham besok sangat besar. Jangan dikejar jika sudah terbang terlalu tinggi.
- Strategi: Fokus pada saham-saham dengan market cap besar yang hari ini menjadi top leaders. Hindari saham-saham yang masuk dalam Top Losers seperti HILL atau LINK sampai ada tanda-tanda reversal.
Kesimpulan
IHSG hari ini ditutup dengan sangat manis di level 8.310. Kehadiran asing yang mencatatkan net buy Rp1.44 triliun memberikan optimisme baru. Namun, sebagai investor cerdas, kita harus tetap berpijak pada data dan manajemen risiko yang ketat. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan lari santai atau olahraga favorit Anda lainnya, karena investasi terbaik adalah kesehatan kita sendiri.
Referensi data lengkap bisa Anda akses melalui Laporan Statistik BEI.
Terima kasih telah menjadi bagian dari ekosistem riset maharsantoso.id. Kontribusi Anda sangat berarti bagi independensi analisa kami.
Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko kerugian modal. Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan investor. Selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.
Ingin tahu lebih lanjut tentang strategi investasi lainnya? Jangan lupa baca ulasan kami tentang pergerakan pasar di periode sebelumnya untuk mendapatkan gambaran siklus pasar yang lebih utuh.
.png)