IHSG 8.031! Harga Saham Hari Ini: Cek Saham BREN, BBCA, BUMI & BBRI

Daftar Isi
ihsg 9 februari 2026
IHSG 9 Februari 2026

Oleh: Mahar Santoso

Depok, 9 Februari 2026

Executive Summary

The Indonesia Stock Exchange (IDX) saw a significant rebound on Monday, February 9, 2026, with the IHSG (IDX Composite) surging 1.22% to close at 8,031.874. Despite a foreign net sell of IDR 721.77 billion, domestic investors dominated the market, contributing 65% of the total trading value. Energy and Basic Materials sectors were the primary drivers, while high-cap stocks like BREN and DSSA provided strong support. However, retail investors are advised to remain cautious as the Year-to-Date (YTD) performance remains negative at -7.11%, suggesting a "cash is king" approach for those without a strong risk appetite.

IHSG Menembus Level Psikologis 8.000: Angin Segar di Awal Pekan

Pasar modal Indonesia mengawali pekan kedua Februari dengan catatan yang sangat impresif. Setelah bergelut dengan volatilitas tinggi, IHSG akhirnya berhasil menembus kembali level psikologis 8,031.874 pada penutupan perdagangan Senin, 9 Februari 2026. Kenaikan sebesar +96.614 poin (1.22%) ini menjadi oase di tengah performa Year-to-Date (YTD) yang masih terkoreksi cukup dalam sebesar -7.11%.

Jika kita membandingkan dengan performa pada minggu lalu (2-6 Februari 2026), pergerakan hari ini menunjukkan pembalikan arah yang cukup signifikan. Pada penutupan Jumat lalu, indeks berada di level 7,935.260. Momentum kenaikan hari ini mulai terlihat sejak pembukaan, meskipun sempat menyentuh titik terendah (lowest) di 7,863.006 pada pukul 09:23 WIB. Strategi buy on weakness nampaknya menjadi pilihan investor domestik untuk mengangkat indeks hingga mencapai titik tertinggi tepat di akhir jam perdagangan.

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan pasar secara rutin, tentu masih ingat bagaimana fluktuasi indeks pada Market Recap 6 Februari 2026 lalu. Dibandingkan dengan rata-rata perdagangan pekan sebelumnya yang terangkum dalam Market Review 2-6 Februari 2026, volume perdagangan hari ini mencapai 38,294 juta saham dengan nilai transaksi total sebesar Rp17,82 triliun. Angka ini menunjukkan partisipasi pasar yang cukup aktif, meski nilai transaksi harian masih di bawah rata-rata YTD yang mencapai Rp32,29 triliun.

Dominasi Broker Lokal: Siapa Penguasa Pasar Hari Ini?

Melihat data Top Exchange Members, terlihat jelas bahwa broker retail dan domestik memegang kendali penuh atas aktivitas transaksi hari ini. Dalam dunia investasi, memahami siapa yang sedang aktif bertransaksi sangat penting untuk membaca arah market mover. Anda bisa mempelajari lebih lanjut mengenai identitas pialang ini di daftar 50 Kode Broker Pialang Saham 2026.

Top Broker by Volume

  • Stockbit Sekuritas Digital (XL) memimpin dengan volume fantastis mencapai 12,185 juta saham atau setara 15.91% dari total market.
  • Mandiri Sekuritas (CC) menyusul di posisi kedua dengan 8,211 juta saham (10.72%).
  • Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) tetap menjadi favorit retail dengan volume 5,290 juta saham (6.91%).

Top Broker by Value

  • Secara nilai transaksi, Stockbit Sekuritas Digital (XL) kembali mendominasi dengan total nilai Rp3,89 triliun (10.91%).
  • UBS Sekuritas Indonesia (AK) berada di posisi kedua dengan Rp3,54 triliun (9.96%), menunjukkan adanya aktivitas institusi besar.
  • Mandiri Sekuritas (CC) melengkapi tiga besar dengan nilai transaksi Rp3,48 triliun (9.79%).

Kekuatan broker seperti XL dan YP mencerminkan bahwa investor individu atau retail di idx masih sangat agresif, terutama dalam memanfaatkan momentum pada saham bumi dan saham-saham dengan volatilitas tinggi lainnya.

Panggung Utama: Top Leaders dan Saham yang Menahan Laju Indeks

Pergerakan Harga Saham Hari Ini sangat dipengaruhi oleh segelintir saham berkapitalisasi besar (big caps) dan saham yang sedang mengalami rebounding teknikal. Berikut adalah rincian saham-saham yang menjadi pahlawan dan beban bagi IHSG hari ini:

Top Leaders (Pendorong IHSG)

Saham DSSA menjadi motor utama dengan kenaikan harga 8.87% yang menyumbang +26.81 poin terhadap indeks. Di posisi kedua, saham EMAS mencatatkan kenaikan luar biasa 15.38%, berkontribusi sebesar +10.83 poin. Saham Bumi juga ikut memberikan kontribusi positif sebesar +3.63 poin setelah harganya menguat 6.19%.

Top Laggards (Penahan IHSG)

Di sisi lain, saham bbca (Bank Central Asia) menjadi penahan laju indeks paling signifikan hari ini. BBCA terkoreksi -2.28% yang berdampak pada pengurangan -16.58 poin dari IHSG. Selain BBCA, saham saham bbri juga terpantau melemah tipis -0.26%. Pelemahan pada sektor perbankan ini menunjukkan adanya aksi profit taking setelah kenaikan yang cukup stabil di periode sebelumnya.

Menariknya, saham bren (Barito Renewables Energy) tetap kokoh sebagai emiten dengan Market Capitalization terbesar di bursa dengan nilai Rp1,077 triliun, meskipun tidak masuk dalam daftar top leaders harian secara poin indeks. Dominasi BREN di posisi puncak market cap menggeser dominasi tradisional perbankan seperti BBCA yang kini berada di posisi kedua dengan market cap Rp915 triliun.

Sektor yang Berperan: Energi dan Bahan Baku Jadi Primadona

Kenaikan IHSG sebesar 1.22% hari ini ditopang kuat oleh performa sektoral yang solid, terutama pada sektor-sektor berbasis komoditas. Basic Materials (Bahan Baku) menjadi juara dengan kenaikan sektor mencapai +4.41%. Hal ini dipicu oleh sentimen positif harga komoditas global yang berpengaruh langsung pada saham-saham di dalamnya.

Sektor Energy juga tampil gemilang dengan penguatan +2.93%. Kenaikan ini sejalan dengan aktivitas perdagangan saham bumi yang sangat dominan, di mana BUMI mencatatkan volume perdagangan tertinggi di pasar mencapai 5,934 juta saham.

Namun, tidak semua sektor berpesta. Sektor Healthcare dan Financials justru ditutup di zona merah masing-masing sebesar -0.23% dan -0.19%. Pelemahan di sektor finansial ini sangat terasa karena bobotnya yang besar terhadap IHSG, terutama akibat koreksi pada BBCA dan BBRI.

Foreign Flow dan Posisi Domestik vs Foreign

Meskipun indeks menguat, data stock market news today menunjukkan bahwa investor asing masih cenderung melakukan aksi jual. Tercatat adanya Net Sell asing sebesar Rp721.77 miliar pada hari ini. Jika diakumulasikan sepanjang tahun (YTD), total capital outflow asing telah mencapai Rp11,73 triliun.

Kondisi ini menegaskan bahwa kenaikan IHSG hari ini murni digerakkan oleh kekuatan lokal. Investor Domestik menguasai 65% komposisi investor hari ini, sementara investor asing hanya berkontribusi sebesar 35%. Dalam hal aktivitas beli-jual, domestik mencatatkan nilai beli Rp11,86 triliun dan jual Rp11,14 triliun (Net Buy), berbanding terbalik dengan asing yang mencatatkan nilai beli Rp5,95 triliun namun nilai jual mencapai Rp6,67 triliun (Net Sell).

Tipe Investor Buy (Billion IDR) Sell (Billion IDR) Net (Billion IDR)
Domestik 11,868 11,146 +722
Asing 5,952 6,673 -721

Sumber data: IDX Daily Statistics 9 Feb 2026.

Analisis Mendalam: Mengapa Retail Harus Waspada?

Sebagai seorang yang sudah berkecimpung di pasar sejak 2014, saya melihat pola yang menarik. IHSG memang naik, namun jika kita perhatikan Stock Price Movement, sebanyak 272 saham (28%) justru mengalami penurunan harga di bawah -2% hari ini. Hanya 114 saham (12%) yang mengalami kenaikan di atas 2%. Ini menunjukkan bahwa kenaikan indeks bersifat selektif dan didorong oleh saham-saham berbobot besar (heavyweights).

Pesan saya untuk rekan-rekan retail: Cash is King. Dalam kondisi di mana investor asing masih konsisten melakukan net sell secara YTD dan volatilitas pasar global masih menghantui, jangan memaksakan diri untuk masuk ke pasar jika tidak memiliki fundamental yang kuat atau rencana trading yang disiplin. Retail seringkali sulit menjadi market mover yang berkelanjutan tanpa dukungan dari aliran dana asing (foreign inflow). Jika portofolio Anda belum menunjukkan sinyal recovery yang jelas, menahan uang tunai (holding cash) seringkali merupakan keputusan investasi terbaik untuk menjaga work life balance Anda tetap terjaga tanpa stres melihat layar monitor terus-menerus.

Rekomendasi Harga Saham Investasi 10 Februari 2026

Berdasarkan data penutupan hari ini, berikut adalah beberapa poin untuk dipertimbangkan pada perdagangan besok:

  • Saham BREN & DSSA: Tetap pantau kedua saham ini sebagai penjaga gawang market cap. Momentum pada DSSA sangat kuat hari ini (+8.87%), namun waspadai aksi profit taking besok.
  • Saham BBCA & BBRI: Bagi investor jangka panjang, koreksi pada BBCA (-2.28%) dan BBRI (-0.26%) bisa menjadi peluang untuk accumulative buy secara bertahap, mengingat fundamental perbankan Indonesia yang tetap kokoh meski sedang ditekan arus keluar asing.
  • Saham Komoditas (Energi & Basic Materials): Sektor ini sedang memiliki angin segar. Saham seperti ANTM yang masuk dalam top value (Rp564 miliar) dan BUMI sebagai raja volume bisa dijadikan instrumen fast trade bagi yang memiliki profil risiko agresif.
  • Saham Laggards yang Berpotensi Rebound: Perhatikan saham-saham seperti ASII dan TLKM yang hari ini terkoreksi tipis. Jika ada tanda-tanda akumulasi domestik, saham ini bisa menjadi pilihan menarik.

Kesimpulan

IHSG telah membuktikan ketangguhannya dengan kembali ke level 8.000, didorong oleh dominasi kekuatan lokal di tengah aksi jual asing. Sektor energi dan bahan baku menjadi bahan bakar utama kenaikan hari ini. Namun, angka YTD yang masih minus 7.11% mengingatkan kita bahwa perjalanan menuju pemulihan total masih panjang. Tetap objektif, gunakan data sebagai kompas, dan jangan lupakan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.

Terima kasih telah menjadi bagian dari ekosistem riset maharsantoso.id. Kontribusi Anda sangat berarti bagi independensi analisa kami.

Referensi data: Statistik Bursa Efek Indonesia (IDX).


Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko tinggi. Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan perintah beli atau jual. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan investor. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul akibat keputusan investasi yang diambil berdasarkan artikel ini. Pastikan untuk selalu melakukan analisis fundamental dan teknikal secara mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional.

Ingin mendalami data lebih lanjut? Cek artikel kami tentang strategi investasi 2026 atau pantau terus update harian di portal ini. Selamat berinvestasi dan salam cuan!

Mahar Santoso
Mahar Santoso Your Strategic Partner

Seorang profesional Think Tank di Kementerian Kesehatan RI dan lulusan Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Aktif sebagai investor pasar modal sejak 2014 dan penggiat lari jarak jauh. Berfokus pada publikasi berbasis data riset yang objektif.