Saham Hari Ini 20 Februari 2026: Zata ARA, Saham Bumi & BBCA Beraksi!
![]() |
| IHSG 20 Februari 2026 |
Oleh: Mahar Santoso
Depok, 21 Februari 2026
Executive Summary: On Friday, February 20, 2026, the Indonesia Stock Exchange (IDX) saw the IHSG close slightly lower at 8,271.767, a minor dip of 0.03%. Despite the stagnation of the main index, specific stocks like ZATA made headlines with a massive 34.71% gain, while BUMI and BBCA dominated the market value. Net foreign buy reached 240.57 billion IDR, showing sustained international interest despite a volatile trading session.
Halo sobat cuan! Bagaimana kabarnya di akhir pekan ini? Sebagai seorang PNS yang sudah nyemplung di dunia saham sejak 2014, ritual Sabtu pagi saya tidak pernah berubah: setelah sholat subuh dan mengaji kemudian buka laptop untuk membedah data perdagangan hari Jumat kemarin. Analisis data saham hari ini 20 Februari 2026 sangat krusial agar kita bisa mengatur strategi masuk pasar Senin depan demi sehat indonesiaku secara finansial dan tetap menjaga work-life balance.
Kemarin, Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup pekan ketiga Februari dengan dinamika yang cukup unik. IHSG memang tampak "malas" bergerak, namun di balik itu, ada pesta pora di saham-saham lapis dua seperti zata saham dan pergerakan agresif dari bumi saham. Mari kita bedah satu per satu faktanya.
IHSG Hari Ini: Antara Konsolidasi dan Peluang
Pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis sebesar 2.314 poin atau sekitar -0.03% ke level 8,271.767. Meskipun berakhir di zona merah, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 8,328.421 pada pukul 09:05 WIB.
Namun, tekanan jual mulai terasa menjelang siang hingga indeks sempat terseret ke level terendah harian di 8,236.753 pada pukul 09:28 WIB. Fluktuasi ini wajar terjadi di hari Jumat karena banyak trader yang melakukan aksi ambil untung (profit taking) sebelum libur akhir pekan.
Total volume perdagangan mencapai 43,123 juta lembar saham dengan nilai transaksi sebesar 20,322 miliar IDR. Frekuensi perdagangan pun cukup ramai, tercatat sebanyak 2,839 ribu kali transaksi terjadi di pasar reguler, tunai, dan negosiasi.
Zata Saham: Si Bintang Panggung yang ARA!
Jika kita bicara soal top gainers, maka zata saham atau PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) adalah juaranya. Saham ini berhasil mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 34.71%, ditutup di level 163 dari harga sebelumnya 121.
Kenaikan zata ini tidak main-main karena didukung oleh volume yang sangat besar. ZATA memimpin daftar Top Stocks by Volume dengan total 5,890 juta lembar saham berpindah tangan. Nilai transaksinya pun menembus 858 miliar IDR, menempatkannya di posisi ketiga secara nilai.
Bagi saya, fenomena zata saham ini menarik. Dengan frekuensi mencapai 205,189 kali (7.23% dari total pasar), terlihat jelas bahwa saham ini sedang menjadi primadona para scalper dan day trader. Tapi ingat ya, sebagai PNS yang cari aman, jangan sampai FOMO (Fear of Missing Out) kalau tidak siap dengan risikonya.
Saham Bumi: Sang Legenda yang Tak Pernah Sepi
Berbicara tentang saham bumi atau PT Bumi Resources Tbk (BUMI) seolah tidak ada habisnya. Pada saham hari ini, BUMI kembali menunjukkan taringnya sebagai saham paling aktif secara nilai transaksi.
Data menunjukkan bahwa bumi saham mencatatkan nilai transaksi tertinggi di bursa, yaitu mencapai 1,131 miliar IDR. Secara volume, BUMI berada di urutan ketiga dengan 3,814 juta lembar saham.
Meskipun volatilitasnya tinggi, BUMI tetap menjadi indikator psikologis pasar. Banyak teman sejawat saya yang masih menyimpan saham bumi di portofolio mereka sejak harga di bawah 100, berharap kenaikan jangka panjang yang konsisten. Kehadiran BUMI yang dominan di jajaran Top Stocks membuktikan bahwa minat investor ritel maupun institusi terhadap emiten batu bara ini masih sangat kuat.
BBCA Saham: Pelabuhan Aman Investor Konservatif
Nah, kalau Anda tipe investor seperti saya yang lebih suka tidur nyenyak, pasti sudah tidak asing dengan bbca saham. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap menjadi motor penggerak IHSG meskipun indeks sedang loyo.
Pada perdagangan 20 Februari 2026, bbca mencatatkan kenaikan harga 0.70%, yang memberikan kontribusi positif sebesar +4.74 poin terhadap pergerakan IHSG. Nilai transaksinya pun berada di urutan kedua setelah BUMI, yakni sebesar 898 miliar IDR.
Menariknya, meskipun secara Year-to-Date (YTD) bbca saham masih mencatatkan penurunan -10.53%, ia tetap menduduki peringkat kedua Market Capitalization terbesar dengan nilai 882 triliun IDR. Investasi di bbca adalah cara terbaik untuk mendukung visi sehat indonesiaku melalui sektor perbankan yang kokoh.
Top Broker: Dominasi Stockbit Sekuritas
Siapa saja sih "bandar" atau sekuritas yang paling rajin belanja kemarin? Berdasarkan data Top Exchange Members, Stockbit Sekuritas Digital (kode: XL) mendominasi dari segala lini:
- Berdasarkan Volume: XL memimpin dengan 17,277 juta lembar saham (20.03%).
- Berdasarkan Nilai: XL mencatatkan transaksi 5,778 miliar IDR (14.22%).
- Berdasarkan Frekuensi: XL sangat dominan dengan 1,880,095 kali transaksi (33.11%).
Setelah XL, ada Mandiri Sekuritas (CC) dan Mirae Asset Sekuritas (YP) yang juga aktif di pasar. Dominasi sekuritas ritel seperti XL dan YP menunjukkan bahwa investor perorangan memiliki peran yang semakin besar dalam menggerakkan saham hari ini.
Sektor yang Berperan: Infrastruktur vs Konsumer
Kinerja sektoral pada 20 Februari 2026 cukup bervariasi. Sektor Infrastructures (J) menjadi motor penggerak dengan kenaikan +0.92%. Saham seperti AMMN (+2.93%) dan DCII (+1.70%) menjadi pendorong utama di kategori Top Leaders.
Di sisi lain, sektor Consumer Non-Cyclicals (D) justru menjadi pemberat indeks dengan penurunan tajam sebesar -1.53%. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual di saham-saham konsumer besar yang biasanya dianggap stabil.
Sektor finansial (G) juga mencatatkan kinerja positif (+0.54%), yang didukung oleh perbankan besar seperti BBRI (+1.86%) dan BBCA (+0.70%).
Foreign Flow: Asing Masih Betah Belanja
Meskipun IHSG turun tipis, kabar baiknya adalah aliran dana asing (foreign flow) masih mencatatkan Net Buy atau beli bersih sebesar 240.57 miliar IDR di seluruh pasar. Investor asing melakukan pembelian total sebesar 5,923 miliar IDR dan penjualan 5,683 miliar IDR.
Namun, kita tetap harus waspada karena secara Year-to-Date (YTD), asing masih mencatatkan Net Sell yang cukup besar, yakni -14,418.79 miliar IDR. Ini artinya, meskipun ada optimisme harian, sentimen global masih membuat investor luar negeri cenderung keluar dari pasar modal Indonesia sepanjang awal tahun 2026 ini.
Analisis Mendalam: Top Leaders vs Top Laggards
Mari kita lihat siapa yang menjadi pahlawan dan siapa yang menjadi beban bagi IHSG kemarin:
Top Leaders (Pendorong Indeks)
- BBRI: Naik 1.86%, menyumbang +11.00 poin ke IHSG.
- AMMN: Naik 2.93%, menyumbang +6.83 poin.
- FILM: Naik tajam 9.49%, menyumbang +5.18 poin.
Top Laggards (Penghambat Indeks)
- DSSA: Turun -2.03%, membebani IHSG -6.37 poin.
- BYAN: Turun -2.26%, membebani -5.18 poin.
- BRPT: Turun -3.81%, membebani -4.59 poin.
Melihat daftar ini, penurunan IHSG lebih banyak disebabkan oleh koreksi di saham-saham grup besar (Grup Barito seperti BRPT dan BREN, serta grup tambang seperti BYAN). Hal ini lumrah terjadi sebagai bagian dari rotasi sektor.
Rekomendasi Harga Saham 23 Februari 2026
Berdasarkan data penutupan Jumat, berikut adalah beberapa prediksi dan strategi untuk hari Senin nanti:
- ZATA: Potensi berlanjutnya tren naik (follow the trend). Jika mampu bertahan di atas 150, target berikutnya adalah 180. Namun, hati-hati dengan aksi profit taking cepat.
- BUMI: Perhatikan level psikologis 100-110. BUMI seringkali bergerak anomali terhadap IHSG. Cocok untuk fast trade.
- BBCA: Menarik untuk dikoleksi bertahap (dollar cost averaging). Target jangka pendek kembali ke level 9,000.
- BBRI: Menunjukkan kekuatan (strength). Bisa dipertimbangkan untuk investasi jangka menengah mengingat kontribusinya yang besar sebagai index leader.
Ingat, gunakan dana dingin. Jangan pakai uang belanja atau uang sekolah anak untuk spekulasi saham. Anda bisa membaca perbandingan data sebelumnya di artikel Market Recap 19 Feb 2026 atau Market Recap 18 Feb 2026 untuk melihat pola pergerakannya.
FAQ: Pertanyaan Seputar Saham Hari Ini
1. Mengapa IHSG turun padahal asing Net Buy?
IHSG dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar seluruh saham. Jika saham-saham "berat" (big caps) seperti DSSA, BYAN, dan BRPT turun drastis, maka indeks akan terseret merah meskipun ada pembelian asing di saham perbankan seperti BBRI atau BBCA.
2. Apa itu ARA yang dialami ZATA?
ARA atau Auto Rejection Atas terjadi ketika harga saham naik hingga menyentuh batas maksimal harian yang ditetapkan bursa. Kemarin, ZATA naik 34.71%, yang merupakan batas tertinggi untuk fraksi harganya.
3. Apakah aman membeli saham Bumi sekarang?
Saham bumi dikenal sangat fluktuatif. Sangat disarankan bagi pemula untuk mempelajari analisis teknikal terlebih dahulu karena pergerakannya sangat dipengaruhi oleh volume perdagangan dan isu fundamental korporasi.
4. Berapa nilai tukar Rupiah terhadap Dolar kemarin?
Berdasarkan data BI yang tercatat di laporan, kurs adalah . Hal ini perlu diperhatikan karena pelemahan Rupiah bisa mempengaruhi kinerja emiten yang memiliki utang dalam valuta asing.
Kesimpulan
Pasar saham Indonesia di 20 Februari 2026 menunjukkan bahwa peluang selalu ada di tengah stagnasi indeks. Kesuksesan zata saham yang terbang tinggi dan stabilitas bbca saham memberikan pilihan bagi berbagai tipe investor. Tetap lakukan riset mendalam sebelum menaruh modal Anda.
Dunia saham memang asyik, tapi jangan sampai menyita waktu istirahat dan keluarga. Sebagai PNS, saya belajar bahwa kunci utama adalah konsistensi dan kesabaran. Mari kita wujudkan keuangan yang sehat indonesiaku bersama-sama!
Sudah siap belanja di hari Senin nanti? Bagikan pendapatmu di kolom komentar ya!
