IHSG Terkoreksi: Analisis Harga Saham Hari Ini dan Performa BREN-BBCA
Oleh: Mahar Santoso
Depok, 13 Februari 2026
Executive Summary
The Indonesia Stock Exchange (IDX) Composite Index (IHSG) experienced a significant correction, closing down by 0.64% at 8,212.271. Market activity saw a total trading value of IDR 24.33 trillion, heavily influenced by a substantial foreign net sell of IDR 2.03 trillion. Major laggards such as BBCA, TLKM, and BREN put downward pressure on the index, while sectors like Transportation and Energy provided a slight buffer. Domestic investors remained dominant, contributing 66% of today's trading composition.
Overview Stock Market News Indonesia: IHSG dalam Tekanan
Halo sobat investor! Bagaimana kabar portofolio Anda hari ini? Sebagai pensiunan lari pagi yang sekarang sedang mendinginkan suhu tubuh sambil memelototi data, saya melihat dinamika yang cukup menantang di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data statistik harian terbaru, IHSG harus rela parkir di zona merah, tepatnya di level 8,212.271.
Penurunan sebesar 53.081 poin atau setara -0.64% ini menunjukkan adanya aksi profit taking atau mungkin rebalancing portofolio yang cukup masif. Jika kita melihat grafik intraday, indeks sebenarnya sempat mencoba bangkit dan menyentuh titik tertinggi di 8,251.989 pada pukul 10:48. Namun, tekanan jual tak terbendung hingga menyeret indeks ke titik terendahnya di 8,170.587 pada pembukaan sesi awal.
+2Kondisi Harga Saham Hari Ini mencerminkan sentimen global yang mungkin sedang kurang bersahabat, namun secara year-to-date (YTD), performa indeks kita masih terkoreksi sekitar -5.03%. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa menjaga work-life balance dan tidak terlalu emosional melihat layar monitor adalah kunci kesehatan mental investor ritel.
Analisis Top Broker: Siapa yang Menggerakkan Pasar?
Dalam memahami aliran uang atau money flow, kita tidak bisa mengabaikan peran anggota bursa. Berdasarkan laporan volume, Stockbit Sekuritas Digital (XL) kembali mendominasi dengan volume transaksi mencapai 17.165 juta saham atau sekitar 18.63% dari total market. Ini menunjukkan betapa masifnya aktivitas ritel yang menggunakan platform modern saat ini.
Namun, jika kita berbicara soal Value (nilai transaksi), peta kekuatannya sedikit berbeda. Berikut adalah daftar top broker yang perlu Anda perhatikan:
- UBS Sekuritas Indonesia (AK): Menempati urutan pertama dengan nilai transaksi mencapai Rp6.510 miliar (13.38%).
- Stockbit Sekuritas Digital (XL): Menguntit di posisi kedua dengan nilai Rp5.924 miliar.
- Mandiri Sekuritas (CC): Mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp3.963 miliar.
Dominasi broker asing seperti AK dalam hal nilai transaksi seringkali menjadi indikator adanya pergerakan dana institusi besar. Untuk Anda yang ingin mendalami profil broker lainnya, silakan cek 50 kode broker pialang saham 2026 untuk riset lebih lanjut.
Top Stocks & Top Laggards: BREN dan BBCA Jadi Sorotan
Pasar hari ini benar-benar diuji oleh pergerakan saham-saham dengan market cap besar. Saham BREN (Barito Renewables Energy) yang memegang tahta kapitalisasi pasar terbesar senilai Rp1.070 triliun harus terkoreksi -2.44%, memberikan dampak negatif sebesar -7.40 poin terhadap IHSG.
+1Kondisi serupa dialami oleh perbankan raksasa. Saham BBCA menjadi top laggard utama dengan penurunan harga -1.71%, yang menyumbang pelemahan indeks sebesar -11.84 poin. Meskipun BBCA saham favorit banyak institusi, tekanan jual hari ini cukup terasa berat. Jangan lupakan juga saham BBRI yang secara YTD memberikan kontribusi positif namun hari ini ikut berada dalam pusaran tekanan pasar.
+1Di sisi lain, ada kejutan dari saham Bumi (BUMI). Meskipun IHSG lunglai, BUMI saham berhasil menjadi top leader dengan kenaikan harga 8.15% dan menyumbang +5.71 poin bagi indeks. BUMI juga mencatatkan volume perdagangan tertinggi mencapai 11.315 juta saham. Saham lain yang bersinar adalah DEWA yang melesat 9.73% dan ENRG yang naik 9.64%.
+1Tabel Top Leaders (Kontributor Positif IHSG)
| Kode Saham | Perubahan Harga | Kontribusi IHSG |
|---|---|---|
| BUMI | +8.15% | +5.71 |
| DEWA | +9.73% | +3.46 |
| ENRG | +9.64% | +3.40 |
Sumber: IDX Daily Statistics 13 Feb 2026
Sektor yang Berperan: Energi vs Infrastruktur
Pergerakan sektoral hari ini sangat bervariasi. Sektor Energy menjadi penyelamat dengan kenaikan 1.32%, didorong oleh performa apik emiten batu bara dan migas. Sektor Transportation & Logistic juga tampil perkasa dengan kenaikan 1.66%.
Namun, sektor Infrastructures harus tiarap dengan penurunan -1.23%. Penurunan ini salah satunya dipicu oleh pelemahan TLKM sebesar -3.09% yang menggerus indeks sebesar 11.57 poin. Sektor Basic Materials juga tidak berdaya dengan koreksi -1.06%.
+1Foreign Flow: Ancaman Capital Outflow?
Salah satu data yang paling mencolok hari ini adalah Foreign Net Sell yang mencapai Rp2.027,91 miliar. Ini adalah angka yang cukup besar dan menandakan adanya capital outflow dari investor asing. Jika ditotal secara YTD, investor asing telah mencatatkan net sell sebesar Rp16.489,46 miliar.
+1Meskipun demikian, komposisi investor hari ini masih didominasi oleh investor domestik sebesar 66%, sementara asing berkontribusi 34% dari total nilai perdagangan. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan domestik masih menjadi penopang utama likuiditas di bursa kita.
+1Value Market dan Kondisi Psikologis Ritel
Total nilai transaksi perdagangan saham hari ini mencapai Rp24,33 triliun dengan frekuensi mencapai 2,78 juta kali. Angka ini menunjukkan pasar sebenarnya cukup likuid, namun sayangnya didominasi oleh tekanan jual. Dengan Market PER di level 15.42x dan Market PBV sebesar 2.32x, secara valuasi IHSG mungkin sedang mencari titik keseimbangan baru.
+2Sebagai rekan sesama pencinta data, saya ingin berpesan: dalam kondisi market yang volatil seperti ini, cash is a king. Investor ritel, jika Anda merasa tidak memiliki cukup kekuatan untuk menjadi market mover atau belum memiliki analisa teknikal yang matang, lebih baik menahan diri. Tidak ada salahnya memegang uang tunai sambil menunggu momentum yang lebih jelas. Ingat, menjaga modal jauh lebih penting daripada mengejar keuntungan yang tidak pasti.
Rekomendasi Harga Saham Investasi 19 Februari 2026
Melihat tren data penutupan sebelumnya, untuk perdagangan tanggal 19 Februari 2026, beberapa hal yang perlu dicermati adalah:
- Pantau Saham Blue Chip: Saham BBCA dan Saham BBRI yang sedang terkoreksi bisa menjadi peluang untuk accumulative buy jika mulai menunjukkan tanda-tanda reversal di area support.
- Sektor Energi: Mengingat sektor ini masih hijau, saham bumi dan ENRG mungkin masih memiliki momentum, namun waspadai aksi profit taking jangka pendek.
- Wait and See: Untuk saham BREN, perhatikan level support psikologisnya mengingat kontribusinya yang sangat besar terhadap indeks.
- Saham Lapis Kedua: Saham seperti BELL yang menjadi top gainer (naik 25.17%) patut diperhatikan volumenya, namun sangat berisiko bagi pemula.
Jangan lupa untuk selalu melakukan riset mandiri. Anda bisa membandingkan kondisi pasar hari ini dengan Market Recap 9 Feb 26 untuk melihat konsistensi pergerakan harga.
Kesimpulan
IHSG hari ini sedang mengalami fase "pendinginan". Dengan dominasi net sell asing dan pelemahan saham-saham heavyweight seperti BBCA dan BREN, pasar memerlukan sentimen positif baru untuk kembali bullish. Tetaplah disiplin dengan trading plan Anda, jaga cash flow, dan jangan lupa untuk tetap lari pagi agar pikiran tetap jernih dalam mengambil keputusan investasi.
Terima kasih telah menjadi bagian dari ekosistem riset maharsantoso.id. Kontribusi Anda sangat berarti bagi independensi analisa kami.
Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko tinggi. Seluruh data dalam artikel ini bersifat informatif berdasarkan laporan IDX Daily Statistics 13 Februari 2026 dan bukan merupakan perintah jual atau beli. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari keputusan investasi berdasarkan artikel ini. Referensi data: IDX Statistics.
