IHSG Terbang Tinggi! Harga Saham Hari Ini Didominasi Saham Prajogo Pangestu
![]() |
| Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 11 Februari 2026 |
Oleh: Mahar Santoso
Depok, 11 Februari 2026
Executive Summary: On Wednesday, February 11, 2026, the Indonesia Stock Exchange (IDX) witnessed a massive surge as the IHSG (IDX Composite) jumped 1.96% to close at 8,290.966. Despite a foreign net sell of IDR 526.42 billion, domestic investors took charge, contributing 71% of the total trading value. The market was propelled by a significant rally in the Energy and Transportation sectors, each rising nearly 6%. Prominent "Konglo" stocks, particularly those owned by Prajogo Pangestu such as BRPT and CUAN, along with high-volume movers like BUMI, were the primary catalysts for today's bullish trend. This report analyzes the daily market dynamics and provides strategic insights for the upcoming trading session.
Halo sobat investor! Bagaimana portofolio Anda hari ini? Jika Anda memegang saham-saham energi atau emiten milik konglomerat ternama, kemungkinan besar Anda sedang tersenyum lebar. Saya baru saja menyelesaikan rutinitas stretching malam saya untuk menjaga work-life balance. Rasanya luar biasa melihat data penutupan hari ini setelah seharian menganalisis pergerakan market yang begitu agresif.
Sebagai seorang yang sudah aktif di bursa sejak 2014, saya selalu menekankan bahwa data adalah kunci. Hari ini, Rabu, 11 Februari 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) benar-benar memberikan tontonan yang menarik. IHSG tidak hanya sekadar naik, tapi "mengamuk" dengan kenaikan hampir 2%. Mari kita bedah lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi di balik angka-angka harga saham hari ini dalam stock market news today.
Overview IHSG: Rekapitulasi Fantastis 11 Februari 2026
Hari ini, IHSG ditutup pada level 8.290,966, melonjak tajam sebesar 159,228 poin atau setara dengan kenaikan 1,96%. Jika kita melihat grafik intraday, indeks sebenarnya sempat dibuka agak lemas dan menyentuh level terendah di 8.118,163 pada pukul 09:36 WIB. Namun, setelah itu, kekuatan beli domestik yang masif mendorong indeks terus mendaki hingga mencapai puncaknya tepat di saat penutupan pasar.
Jika kita bandingkan dengan performa minggu lalu (2-6 Februari 2026) yang cenderung lesu, pergerakan minggu ini menunjukkan pemulihan yang sangat signifikan. Pada ulasan market review 2-6 Feb 26, kita melihat pasar masih dibayangi ketidakpastian global yang membuat YTD IHSG sempat terkoreksi cukup dalam. Namun, dengan penutupan hari ini di 8.290, posisi YTD kita kini berada di -4,12%, jauh membaik dibandingkan posisi kemarin yang masih di angka -5,96%.
Nilai transaksi hari ini pun melonjak drastis mencapai Rp29,7 triliun dengan volume perdagangan mencapai 58,24 miliar saham. Ini adalah salah satu nilai transaksi harian tertinggi di bulan Februari, yang menandakan adanya rebalancing portofolio besar-besaran oleh para manajer investasi domestik.
Dominasi Saham Pak PP dan Saham Konglo Lainnya
Salah satu narasi utama hari ini adalah kembalinya gairah pada saham konglo. Khususnya, saham-saham di bawah bendera Prajogo Pangestu (sering disebut saham pak pp oleh para retail) menjadi mesin penggerak utama indeks.
Kebangkitan Gurita Bisnis Prajogo Pangestu
Daftar top leaders hari ini didominasi oleh emiten-emiten milik Pak Prajogo:
- BRPT (Barito Pacific): Melambung 12,32% dan memberikan kontribusi sebesar +14,34 poin terhadap kenaikan IHSG.
- CUAN (Petrindo Jaya Kreasi): Terbang tinggi 17,38% dan menyumbang +11,46 poin.
- BREN (Barito Renewables Energy): Naik 3,75% dengan kontribusi +11,10 poin. Saham BREN kini kembali memperkokoh posisinya sebagai raja market cap di BEI dengan nilai Rp1.110 triliun.
- PTRO (Petrosea): Melejit 19,25% dan menambah +7,16 poin ke indeks.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sentimen positif terhadap sektor energi terbarukan dan infrastruktur yang dikelola oleh grup ini masih sangat kuat di mata investor. Meskipun secara YTD beberapa saham ini seperti BREN masih terkoreksi -14,43%, namun momentum hari ini memberikan nafas baru bagi para pemegang sahamnya.
Eksistensi Saham BUMI: Raja Volume dan Value
Saham BUMI (Bumi Resources) kembali membuktikan diri sebagai saham sejuta umat. Hari ini, BUMI mencatatkan volume perdagangan fantastis sebesar 15,45 miliar saham atau setara 26,53% dari total volume bursa. Dari sisi nilai (value), BUMI juga memimpin dengan total transaksi sebesar Rp4,13 triliun. Kenaikan harga BUMI sebesar 9,68% turut menyumbang +6,23 poin ke IHSG. Pergerakan BUMI seringkali menjadi indikator psikologi retail di pasar, dan hari ini retail nampak sangat optimis.
Analisis Foreign Flow: Asing Masih Net Sell
Ada hal yang kontradiktif jika kita melihat pergerakan saham secara keseluruhan. Meskipun IHSG naik hampir 2%, investor asing justru mencatatkan Net Foreign Sell sebesar Rp526,42 miliar di pasar reguler hari ini. Secara akumulatif sepanjang tahun 2026 (YTD), capital outflow asing telah mencapai Rp12,97 triliun.
Lalu, siapa yang mengangkat market? Jawabannya adalah Investor Domestik. Komposisi perdagangan hari ini menunjukkan dominasi lokal yang sangat kuat sebesar 71%, sementara asing hanya berkontribusi 29%. Nilai beli domestik mencapai Rp21,41 triliun dibandingkan nilai jualnya Rp20,88 triliun. Ini adalah bukti bahwa likuiditas di dalam negeri masih sangat melimpah dan mampu menahan tekanan jual asing.
Sektor-Sektor Penopang Kenaikan
Performa index harga saham gabungan hari ini didukung oleh reli di beberapa sektor kunci:
- Sektor Energi (+5,95%): Menjadi motor utama kenaikan berkat lonjakan harga komoditas dan performa saham seperti BUMI dan CUAN.
- Sektor Transportasi & Logistik (+5,98%): Mencatatkan kenaikan tertinggi secara persentase, menunjukkan optimisme terhadap pemulihan distribusi logistik nasional.
- Sektor Consumer Cyclicals (+5,34%): Menunjukkan daya beli masyarakat yang mulai bergairah kembali.
- Sektor Infrastruktur (+3,85%): Terangkat oleh saham-saham menara dan konstruksi.
Sebaliknya, Sektor Finansial justru menjadi satu-satunya yang terkoreksi tipis sebesar -0,49%. Hal ini dipicu oleh melemahnya beberapa bank raksasa (Big Caps).
Nasib Perbankan: Saham BBCA, BBRI, dan BMRI
Di tengah pesta pora saham energi, sektor perbankan justru terlihat sedikit "beristirahat" dan menjadi top laggards.
- Saham BBCA (Bank Central Asia): Masih menjadi penekan indeks dengan pelemahan -0,33% hari ini. Secara YTD, BBCA sudah terkoreksi -7,74% dan memberikan dampak negatif -59,22 poin ke IHSG sepanjang tahun ini.
- Saham BMRI (Bank Mandiri): Terkoreksi -1,47% dan menyumbang pelemahan -5,82 poin terhadap indeks hari ini.
- Saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Meskipun hari ini tidak masuk dalam daftar top laggards harian, namun secara YTD BBRI masih menjadi salah satu pemimpin penguatan dengan kenaikan +3,83%.
Pelemahan di sektor perbankan ini kemungkinan besar disebabkan oleh profit taking investor yang memindahkan dananya (switching) ke saham-saham yang lebih volatil seperti sektor energi untuk memaksimalkan keuntungan harian.
Top Broker: Siapa yang Paling Aktif?
Bagi Anda yang gemar melakukan broker summary analysis, data hari ini menunjukkan dominasi broker retail digital. Anda bisa merujuk ke 50 kode broker pialang saham 2026 untuk memahami karakteristik masing-masing broker ini.
Berdasarkan Nilai Transaksi (Value)
- XL (Stockbit Sekuritas Digital): Memimpin dengan nilai Rp7,72 triliun (13% market share).
- AK (UBS Sekuritas Indonesia): Sebesar Rp5,75 triliun (9,68%).
- CC (Mandiri Sekuritas): Sebesar Rp5,60 triliun (9,43%).
Berdasarkan Frekuensi
Broker XL (Stockbit) benar-benar mendominasi dengan frekuensi transaksi mencapai 2,08 juta kali atau setara 31,36% dari total transaksi di bursa hari ini. Ini mengonfirmasi bahwa aktivitas investor retail sangat tinggi hari ini, kemungkinan besar mereka sedang sibuk bertransaksi di saham BUMI dan grup Prajogo Pangestu.
Pesan untuk Retail: Cash is King?
Melihat kenaikan IHSG yang begitu bombastis, godaan untuk all-in pasti sangat kuat. Namun, sebagai sesama investor, saya ingin mengingatkan Anda: Cash is King. Jika kita melihat data stock market news today, kenaikan hari ini sangat terkonsentrasi pada beberapa grup konglomerasi saja.
Jika Anda tidak memiliki profil risiko yang kuat untuk menghadapi volatilitas tinggi di saham-saham seperti CUAN atau PTRO, ada baiknya Anda menahan diri. Sebagian besar retail seringkali terjebak membeli di pucuk karena FOMO (Fear of Missing Out). Jika Anda tidak yakin bisa menjadi market mover, lebih aman untuk tetap memegang uang tunai (cash) dan menunggu momentum koreksi yang lebih sehat.
Ingatlah kembali ulasan market recap 10 Feb 26, di mana market bergerak lebih stabil. Perubahan drastis hari ini menunjukkan betapa cepatnya sentimen bisa berubah. Menjaga work-life balance juga berarti tidak membiarkan emosi Anda naik-turun mengikuti grafik harga saham.
Rekomendasi Harga Saham Investasi 12 Februari 2026
Untuk perdagangan esok hari, Kamis, 12 Februari 2026, berikut adalah beberapa poin riset yang bisa Anda pertimbangkan:
- Sektor Energi: Pantau apakah BUMI mampu bertahan di atas level psikologis barunya setelah transaksi jumbo hari ini. Jika volume besok menurun namun harga tetap stabil, ada potensi penguatan lanjutan.
- Saham Big Banks: BBCA dan BMRI yang hari ini terkoreksi bisa menjadi pilihan untuk buy on weakness bagi investor jangka panjang, mengingat fundamental mereka yang tetap solid di tengah gejolak indeks.
- Grup Prajogo Pangestu: Waspadai aksi profit taking pada BRPT dan CUAN. Setelah naik lebih dari 12%, biasanya akan ada tekanan jual di sesi pertama besok.
- Saham Syariah (ISSI): Indeks ISSI naik 2,73% hari ini, lebih tinggi dari IHSG. Saham-saham berbasis syariah di sektor energi layak mendapat perhatian lebih.
Secara teknikal, IHSG kini sedang menguji level resisten baru. Market PER saat ini berada di angka 15,70x dengan Market PBV 2,36x. Angka ini masih dalam rentang historis yang wajar untuk bursa kita.
Kesimpulan
Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi investor domestik Indonesia. Kita berhasil mengangkat index harga saham gabungan naik 1,96% ke level 8.290 meskipun asing terus keluar. Dominasi saham pak pp dan volume masif di saham bumi menjadi motor utama.
Tetaplah waspada dan jangan lupa untuk selalu melakukan riset mandiri. Investasi adalah lari maraton, bukan lari cepat 100 meter. Gunakan data untuk membuat keputusan yang rasional, bukan sekadar mengikuti kerumunan.
Terima kasih telah menjadi bagian dari ekosistem riset maharsantoso.id. Kontribusi Anda sangat berarti bagi independensi analisa kami.
Referensi data utama: Statistik Harian Bursa Efek Indonesia, 11 Februari 2026.
Disclaimer: Seluruh informasi dalam artikel ini bersifat edukasi dan data historis, bukan merupakan perintah atau ajakan untuk membeli/menjual saham tertentu. Investasi saham mengandung risiko. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul dari keputusan investasi pribadi Anda. Pastikan berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum bertransaksi.
