IHSG Mengamuk! Harga Saham Hari Ini Tembus 8.131 di Tengah Net Sell Asing
![]() |
| IHSG 10 Februari 2026 |
Oleh: Mahar Santoso
Depok, 10 Februari 2026
Executive Summary: On Tuesday, February 10, 2026, the IDX Composite (IHSG) recorded a significant gain of 1.24%, closing at 8,131.738. Despite a foreign net sell of IDR 708.01 billion, domestic investors dominated the market with a 67% contribution to trading value. Key stocks like BUMI led in volume and value, while BREN maintained its position as the largest market cap leader. This report provides a comprehensive analysis of today's market dynamics, sector performance, and strategic recommendations for February 11, 2026.
Halo sobat investor! Apa kabar hari ini? Saya baru saja menyelesaikan makan dan stretching sore rutin saya untuk menjaga work-life balance setelah seharian berkutat dengan data di kantor. Rasanya segar sekali melihat IHSG hari ini berwarna hijau royo-royo, sama segarnya dengan udara setelah hujan tadi. Sebagai orang yang sudah terjun di Bursa Efek Indonesia sejak 2014, fluktuasi seperti hari ini selalu menarik untuk dibedah secara mendalam.
Hari ini, Selasa, 10 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memberikan kejutan manis bagi kita semua. Meskipun tekanan eksternal masih terasa, pasar modal Indonesia menunjukkan taringnya dengan penguatan yang cukup signifikan. Mari kita bedah satu per satu data dari stock market news today untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di lantai bursa.
Overview IHSG: Harga Saham Hari Ini dan Perbandingan Mingguan
IHSG ditutup pada level 8.131,738, melonjak sebesar +99,864 poin atau sekitar 1,24% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan hari ini cukup volatil namun cenderung bullish sejak pembukaan. Indeks sempat menyentuh level terendahnya di 8.011,130 pada pukul 09:01 WIB, namun berhasil rebound hingga mencapai puncaknya di 8.140,862.
Jika kita bandingkan dengan performa minggu lalu (2-6 Februari 2026), pergerakan minggu ini terlihat jauh lebih bergairah. Pada tinjauan market review 2-6 Feb 26, pasar cenderung bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Namun, memasuki minggu kedua Februari, nampaknya ada rebalancing portofolio besar-besaran yang dilakukan oleh investor domestik untuk mengangkat indeks kembali ke atas level psikologis 8.100.
Data menunjukkan bahwa meskipun hari ini naik tajam, secara Year-to-Date (YTD), IHSG sebenarnya masih terkoreksi sebesar -5,96%. Ini menandakan bahwa reli hari ini bisa jadi merupakan relief rally setelah tekanan jual yang masif di awal tahun. Volume perdagangan hari ini mencapai 43,4 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp20,33 triliun.
Dominasi Domestik vs Tekanan Foreign Flow
Ada anomali menarik yang terjadi hari ini. Biasanya, kenaikan IHSG di atas 1% dibarengi dengan masuknya dana asing (capital inflow). Namun, hari ini justru terjadi Net Foreign Sell sebesar -Rp708,01 miliar di pasar reguler. Secara akumulatif sejak awal tahun, asing sudah mencatatkan net sell sebesar Rp12,44 triliun.
Siapa yang menggerakkan pasar? Jawabannya adalah investor domestik. Berdasarkan investor composition hari ini, investor domestik menguasai 67% aktivitas perdagangan, sementara asing hanya 33%. Nilai beli domestik mencapai Rp14,05 triliun, lebih besar dibandingkan nilai jualnya yang sebesar Rp13,34 triliun.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kekuatan retail dan institusi lokal mulai mampu menjadi penyeimbang saat capital outflow terjadi. Namun, kita harus tetap waspada karena ketergantungan pada aliran dana asing masih cukup tinggi untuk keberlanjutan tren jangka panjang.
Top Broker: Siapa Market Mover Hari Ini?
Melihat data Top Exchange Members, ada beberapa broker yang sangat aktif melakukan transaksi. Bagi Anda yang ingin tahu lebih dalam mengenai identitas mereka, silakan cek 50 kode broker pialang saham 2026 untuk referensi lengkap.
Berdasarkan Nilai Transaksi (Value)
- XL (Stockbit Sekuritas Digital): Memimpin dengan nilai transaksi Rp4,67 triliun atau 11,49% dari total market.
- AK (UBS Sekuritas Indonesia): Di posisi kedua dengan Rp3,76 triliun (9,25%).
- CC (Mandiri Sekuritas): Mencatatkan transaksi Rp3,50 triliun (8,61%).
Berdasarkan Volume Perdagangan
- XL (Stockbit Sekuritas Digital): Kembali mendominasi dengan volume 12,62 miliar saham.
- KZ (CLSA Sekuritas Indonesia): Sebanyak 8,85 miliar saham.
- YU (CGS International Sekuritas): Sebanyak 6,51 miliar saham.
Dominasi XL (Stockbit) dalam hal frekuensi (mencapai 30,42% dari total frekuensi pasar) menunjukkan bahwa investor retail sangat aktif melakukan trading hari ini. Ini adalah sinyal bahwa likuiditas di saham-saham lapis kedua dan ketiga sedang sangat tinggi.
Analisis Saham: BREN, BBCA, BUMI, dan BBRI
Mari kita bahas harga saham hari ini untuk empat emiten yang selalu menjadi bahan pembicaraan hangat di grup-grup saham.
1. Saham BREN (Barito Renewables Energy)
Saham BREN tetap kokoh sebagai emiten dengan market capitalization terbesar di bursa saat ini, mencapai Rp1.070 triliun atau 7,26% dari total bobot IHSG. Meskipun hari ini harganya terkoreksi tipis -0,62%, dampaknya terhadap indeks cukup terasa dengan kontribusi negatif -1,85 poin. Secara YTD, BREN masih mengalami tekanan sebesar -17,53%.
2. Saham BBCA (Bank Central Asia)
Saham BBCA berada di posisi kedua market cap terbesar (Rp912 triliun). Hari ini, BBCA menjadi salah satu top laggard dengan pelemahan -0,33% yang menekan indeks sebesar -2,37 poin. Meskipun fundamentalnya luar biasa, nampaknya ada aksi ambil untung (profit taking) dari investor institusi. Nilai transaksinya hari ini mencapai Rp976 miliar.
3. Saham BUMI (Bumi Resources)
Saham BUMI kembali menjadi raja volume hari ini. Dengan volume mencapai 10,07 miliar saham, BUMI berkontribusi terhadap 23,21% total volume perdagangan di bursa. Nilai transaksinya pun sangat jumbo, yakni Rp2,54 triliun. BUMI menjadi motor penggerak utama di sektor energi dan syariah (ISSI).
4. Saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia)
Saham BBRI mencatatkan kenaikan harga +3,28% secara YTD. Hari ini, BBRI masuk dalam daftar top value dengan nilai transaksi Rp823 miliar. Sebagai tulang punggung kredit mikro di Indonesia, pergerakan BBRI seringkali menjadi indikator kepercayaan investor terhadap ekonomi domestik.
Sektor yang Berperan: Consumer Cyclicals dan Industrials Memimpin
Kenaikan IHSG hari ini tidak merata di semua sektor. Ada beberapa sektor yang menjadi pahlawan penggerak indeks:
- Consumer Cyclicals (+2,95%): Sektor ini terbang tinggi, didorong oleh optimisme daya beli masyarakat yang kembali pulih.
- Industrials (+2,72%): Emiten seperti ASII memberikan kontribusi besar di sini. ASII sendiri menjadi top leader hari ini dengan menyumbang +8,19 poin ke IHSG.
- Properties & Real Estate (+1,97%): Mulai bangkit setelah sekian lama tertidur.
Di sisi lain, sektor yang masih memble adalah Consumer Non-Cyclicals yang hanya naik tipis 0,61%. Jika Anda ingin melihat perbandingan dengan hari sebelumnya, silakan baca market recap 9 Feb 26.
Pelajaran Hari Ini: Cash is King?
Bagi teman-teman retail, kenaikan 1,24% dalam sehari memang menggoda untuk langsung all-in. Namun, sebagai "senior" di pasar ini, saya ingin mengingatkan satu hal: "Cash is King". Jika kita melihat komposisi perdagangan hari ini, retail memang mendominasi frekuensi, tetapi volume besar tetap ada di tangan pemilik modal raksasa.
Jika Anda merasa modal tidak cukup kuat untuk menjadi market mover atau tidak memiliki waktu untuk memantau layar setiap menit (ingat, work-life balance itu penting!), lebih baik tahan diri. Jangan terjebak Fear of Missing Out (FOMO). Kadang, tidak memiliki posisi adalah sebuah posisi terbaik untuk mengamankan aset dari volatilitas yang tidak terduga.
Rekomendasi Saham Investasi 11 Februari 2026
Berdasarkan data stock market news today, untuk perdagangan besok, Rabu, 11 Februari 2026, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Perhatikan Saham Bluechip yang Laggard: Saham seperti BBCA dan BBRI yang sedang terkoreksi halus atau tertahan bisa menjadi pilihan untuk investasi jangka panjang (buy on weakness).
- Momentum Sektor Industri: ASII menunjukkan kekuatan tren yang menarik setelah menyumbang poin besar hari ini (+8,19 poin).
- Spekulasi di Lapis Kedua: Saham-saham dengan volume tinggi seperti BUMI, GOTO, dan BUKA cocok bagi mereka yang memiliki profil risiko tinggi untuk fast trade, namun pastikan disiplin dengan stop loss.
- Pantau Foreign Flow: Jika asing masih terus melakukan net sell, maka penguatan IHSG mungkin akan tertahan di level 8.200.
Secara fundamental, Market PER saat ini berada di angka 15,32x dengan Market PBV 2,31x. Angka ini tergolong wajar, tidak murah sekali namun belum terlalu mahal untuk bursa regional sekelas Indonesia.
Kesimpulan
IHSG hari ini ditutup sangat perkasa di level 8.131,738 meski ada tekanan jual dari investor asing. Kekuatan domestik menjadi kunci utama pergerakan pasar. Saham-saham seperti BUMI dan ASII menjadi primadona, sementara BREN dan BBCA masih mencari pijakan untuk kembali naik.
Ingat, investasi saham bukan lari sprint, melainkan lari maraton. Jangan habiskan semua energi (dan uang) Anda dalam satu hari. Tetap jaga kesehatan, luangkan waktu untuk keluarga dan hobi, karena saldo rekening yang banyak tidak akan berarti tanpa raga yang sehat.
Terima kasih telah menjadi bagian dari ekosistem riset maharsantoso.id. Kontribusi Anda sangat berarti bagi independensi analisa kami.
Referensi data: IDX Statistics - Bursa Efek Indonesia
Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko kerugian. Keputusan beli atau jual ada di tangan investor masing-masing. Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan perintah transaksi. Pastikan melakukan riset mendalam sebelum menempatkan dana Anda pada instrumen apa pun.
