Rekomendasi Harga Saham Hari Ini 30 Januari 2026: Analisis BBRI, BBCA, CUAN, KIOS

Daftar Isi
Rekomendasi Harga Saham Hari Ini 30 Januari 2026: Analisis BBRI, BBCA, CUAN, KIOS

Rekomendasi Harga Saham Hari Ini 30 Januari 2026: Intip Pergerakan Bandar di IHSG

Oleh: Mahar Santoso
Praktisi Pasar Modal sejak 2014 & Suka Lari


Jakarta, 30 Januari 2026

Halo sobat cuan! Apa kabar hari ini? Semoga masih semangat, ya. Setelah kemarin saya sempatkan lari pagi 5 kilometer untuk menjernihkan pikiran, sekarang saatnya saya duduk di depan layar untuk membedah data hasil perdagangan kemarin sore. Sebagai orang yang sudah "nyebur" di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2014, saya selalu percaya bahwa angka-angka di laporan foreign flow tidak pernah berbohong jika kita tahu cara membacanya.

Hari ini, Jumat 30 Januari 2026, kondisi IHSG sedang berada di titik yang cukup krusial. Pergerakan saham IHSG di akhir bulan seringkali diwarnai oleh aksi rebalancing portofolio oleh manajer investasi. Berdasarkan data yang saya kumpulkan dari terminal riset pribadi saya semalam, ada beberapa anomali menarik pada harga saham big caps seperti BBRI dan BBCA, serta saham third liner seperti CUAN dan KIOS. Artikel ini akan membantu Anda menentukan strategi perdagangan yang tepat untuk menutup minggu ini.

Kondisi Pasar Saham dan Keuangan Terkini

Secara umum, sektor keuangan masih menjadi tulang punggung pergerakan bursa kita. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa volatilitas global sedang tinggi-tingginya. Bagi saya yang bekerja sebagai PNS dan menjadikan saham sebagai instrumen investasi jangka panjang sekaligus riset hobi, melihat net foreign buy atau sell adalah menu wajib sebelum memutuskan entry.

Kemarin, tanggal 29 Januari 2026, kita melihat adanya tekanan jual yang cukup masif di beberapa saham penggerak indeks. Jika Anda melewatkan detailnya, Anda bisa membaca Market Recap Saham IDX 29 Januari 2026 sebagai referensi pembanding sebelum kita masuk ke rekomendasi hari ini.

Analisis Bandar Foreign Flow Saham BBRI: Masih Ada Harapan?

Mari kita bedah saham bbri. Berdasarkan data foreign flow yang saya lampirkan di tabel riset saya, pada tanggal 29 Januari 2026, investor asing mencatatkan Foreign Net Buy sebesar Rp 173,6 Miliar. Ini adalah angka yang cukup menyegarkan setelah sebelumnya pada tanggal 28 Januari, BBRI diguyur net sell jumbo sebesar Rp 1,13 Triliun.

Bedah Broker Summary BBRI

Jika kita melihat data broker pembeli terbesar atau top net buyer dipimpin oleh broker YU dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp 1,39 Triliun. Ini menunjukkan adanya akumulasi yang sangat masif dari satu pihak tertentu di harga rata-rata (Avg) Rp 3.761.

Insight Praktis untuk BBRI:
Meskipun harga sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir, munculnya akumulasi besar dari broker YU memberikan sinyal bahwa harga di level Rp 3.700 - Rp 3.800 mulai dianggap murah oleh institusi besar. Untuk rekomendasi harga saham hari ini, BBRI menarik untuk diperhatikan sebagai area speculative buy selama bertahan di atas level psikologis Rp 3.700.

Analisis Bandar Foreign Flow Saham BBCA: Tekanan Jual Belum Usai

Berbeda dengan saudaranya, saham bbca justru menunjukkan tren yang perlu kita waspadai. Dari data foreign flow, pada 29 Januari 2026, BBCA mencatatkan Foreign Net Sell sebesar Rp 2,05 Triliun. Ini adalah angka "buangan" yang luar biasa besar dalam satu hari perdagangan.

Bahkan kalau ditarik mundur, sejak tanggal 20 Januari, asing konsisten keluar dari BBCA dengan angka triliunan rupiah setiap harinya. Ini menjelaskan mengapa harga saham BBCA sulit untuk rebound ke level tertingginya belakangan ini.

Siapa yang Berjualan di BBCA?

Melihat data broker, broker SQ menjadi penjual paling dominan dengan Net Value distribusi sebesar Rp 4,67 Triliun. Di sisi lain, broker XL mencoba menampung namun kekuatannya tidak sebanding. Rata-rata harga jual (Avg Sell) berada di kisaran Rp 8.088.

Insight Praktis untuk BBCA:
Jangan terburu-buru melakukan average down di BBCA. Tekanan jual asing masih sangat dominan. Lebih bijak jika menunggu sinyal reversal atau ketika volume foreign sell mulai mengecil di bawah Rp 500 Miliar per hari. Untuk saham ihsg kelas berat seperti ini, melawan arus bandar asing seringkali berisiko tinggi bagi retail.

Analisis Bandar Foreign Flow Saham CUAN: Akumulasi Diam-diam?

Beralih ke saham yang lebih fluktuatif, yakni CUAN milik Prajogo Pangestu. Data menunjukkan bahwa pada 29 Januari 2026, terdapat Foreign Net Buy sebesar Rp 21 Miliar. Meskipun angkanya tidak "wah" seperti bank besar, namun ini adalah hari ketiga berturut-turut asing masuk ke CUAN.

Berdasarkan data broker, pembeli utama adalah broker BB dan CD. Menariknya, harga rata-rata beli mereka berada di kisaran Rp 2.248. Saat ini harga pasar berada di sekitar level tersebut, yang berarti posisi bandar dan retail tidak terpaut jauh.

Strategi Trading CUAN:
CUAN cocok bagi Anda yang memiliki profil risiko tinggi. Perhatikan level support di Rp 2.150. Selama asing masih melakukan net buy tipis-tipis, ada potensi dorongan harga secara tiba-tiba (fast trade).

Analisis Bandar Foreign Flow Saham KIOS: Hati-hati Distribusi Halus

Terakhir, kita lihat saham KIOS. Saham lapis ketiga ini seringkali menjadi jebakan jika kita tidak teliti. Data foreign flow (image_b83958.png) menunjukkan adanya Net Sell asing sebesar Rp 145 Juta. Kecil memang, namun perhatikan pola perdagangannya yang sering kosong (zero volume) di beberapa hari sebelumnya.

Data broker menunjukkan broker XL melakukan pembelian, namun secara volume keseluruhan, saham ini kurang likuid untuk masuk dalam portofolio besar. Harga rata-rata transaksi berada di kisaran Rp 130-an.

Catatan untuk KIOS:
Hanya gunakan uang "ngopi" jika ingin masuk ke sini. Likuiditas yang rendah membuat Anda mudah masuk tapi sulit keluar (exit). Tetap waspada pada pergerakan bandar lokal di saham jenis ini.

Rekomendasi Saham 30 Januari 2026: Kesimpulan Strategis

Setelah membedah data di atas, berikut adalah ringkasan untuk strategi investasi dan trading Anda hari ini:

  • BBRI: Watchlist utama untuk rebound. Area beli Rp 3.720 - Rp 3.760. Target terdekat Rp 3.850.
  • BBCA: Wait and See. Jangan menangkap pisau jatuh sebelum distribusi asing mereda.
  • CUAN: Speculative Buy. Manfaatkan momentum akumulasi kecil dari asing. Batasi risiko di bawah Rp 2.150.
  • KIOS: Hindari untuk sementara waktu kecuali Anda adalah scalper berpengalaman yang memantau running trade setiap detik.

Investasi di pasar modal bukan hanya soal menebak harga, tapi soal mengelola risiko dan membaca data secara objektif. Sebagai seorang PNS yang terbiasa dengan detail data riset, saya menyarankan sobat cuan untuk selalu melakukan double check sebelum klik tombol beli.

Apakah Anda punya pandangan berbeda mengenai pergerakan asing di saham BBRI dan BBCA hari ini? Yuk, tuliskan pendapat Anda di kolom komentar di bawah!

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada rekan investor lainnya agar kita bisa sama-sama belajar membaca pergerakan bandar di bursa kita tercinta.


Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko kerugian. Artikel ini bukan perintah jual atau beli, melainkan hasil analisis data pribadi sebagai bahan edukasi dan riset. Segala keputusan investasi berada di tangan investor masing-masing.

Ingin diskusi lebih lanjut? Hubungi saya melalui halaman profil atau pantau terus update harian di blog ini. Salam Cuan dan Tetap Sehat!

Mau saya bantu analisis saham lain atau butuh bantuan menghitung proyeksi dividen? Silakan tanyakan saja ya!

Mahar Santoso
Mahar Santoso Your Strategic Partner

Posting Komentar