Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ceria! Anak SMP-SMA diberi Tablet Tambah Darah oleh Menteri Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin pada 21 Juli 2022 mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Bogor. Beliau mengunjungi beberapa sekolah diantaranya adalah SMP N 1 Kabupaten Bogor, SMAN 1 Kabupaten Bogor, SMAN 2 Kabupaten Bogor, dan SMKN 1 Kabupaten Bogor. 


Menteri Kesehatan mempunyai agenda besar yaitu menurunkan angka kematian Ibu dan Balita. Kendala besar bagi kesehatan Ibu dan Anak. Jika suatu bangsa mempunyai remaja putri  dan wanita yang sehat, maka bangsa itu akan maju karena akan melahirkan putra-putri yang sehat pula saat mereka menikah nanti. Lantas bagaimana cara untuk menanggulangi besarnya angka kematian Ibu dan Balita? Salah satunya adalah dengan Transformasi Layanan Primer. Transformasi Layanan Primer adalah meningkatkan usaha promotif dan preventif (pencegahan). Strategi Menteri Kesehatan dalam Transformasi Layanan Primer adalah memberikan tablet tambah darah (atau Tablet Fe) kepada seluruh remaja putri di SMP kelas 7-9 dan SMA / SMK kelas 10-12, Menteri Kesehatan juga memberikan kebijakan bahwa tidak hanya 90 hari saja ibu hamil mendapatkan tablet tambah darah, melainkan seluruh usia kehamilan wanita hamil harus minum tablet tambah darah.

Data Anemia di Indonesia

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2013 dan Riskesdas 2018 menyebutkan bahwa prevalensi anemia pada Ibu Hamil adalah 37,1 pada 2013 dan 48,9 pada tahun 2018. Secara mudah disebutkan bahwa di Indonesia 1 dari 2 Ibu Hamil mengalami anemia. Hal ini akan mempengaruhi kondisi kehamilan dan janin. 

Zat besi atau Ferum yang ada di sel darah merah diperlukan bagi tubuh untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Saat oksigen terdistribusi dengan baik ke seluruh tubuh, maka seluruh organ akan berfungsi dengan maksimal. 

Penyebab Anemia

Anemia adalah suatu keadaan seseorang kekurangan zat besi atau kekurangan sel darah merah. Kekurangan zat besi pada manusia dewasa disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan yang bergizi seimbang dan kurangnya aktivitas fisik. Anemia menurut WHO adalah kondisi dimana tingkat hemoglobin dalam darah lebih rendah dari kondisi normal disebabkan karena kurangnya zat besi, zinc, vitamin A, D, B6, B9, B12, dan protein. Nilai normal hemoglobin pada wanita adalah 12 gram per desiliter, dan pria 14 gram per desiliter. Anemia sering mengenai pada anak, wanita hamil, ibu menyusui, wanita pekerja, dan lansia. 

Efek Anemia

Anemia menyebabkan mudah capek, kurangnya produktif pada usia pekerja, dapat menyebabkan pusing hingga pingsan. Anemia juga dapat membahayakan ibu hamil, janin, dan bayi. Anemia juga menyebabkan kondisi mental buruk. 

Cara Pencegahan Anemia



Anemia dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang dan aktifitas fisik yang cukup. Cukup mendapatkan sinar matahari untuk vitamin D. Rutin mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai dengan resep dokter. Cek rutin Hb agar dapat mengetahui apakah anemia atau tidak. 

Dosis tablet tambah darah untuk dewasa dan anak lebih dari 12 tahun:
  • Tablet 210mg - 1 tablet, 1-2 kali sehari
  • Tablet 332mg - 1 tablet, 1 kali sehari
  • Kapsul 305mg - 1 kapsul, 1 kali sehari
  • Cair 5ml, 1 sendok makan sehari

9 Makanan yang Mengandung Zat Besi Tinggi

Makanan yang mengandung zat besi tinggi antara lain adalah:
  • Jeroan: hati
  • Daging merah, seperti daging sapi, daging kambing
  • Telur
  • Ikan
  • Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai
  • Daun bayam
  • Jagung
  • Kangkung
  • Beras merah
dengan mengkonsumsi makanan diatas setiap hari, maka kita sudah bisa mencegah anemia.

Cara Minum Tablet Tambah Darah



Tablet tambah darah untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah diminum saat perut kosong atau 2 jam setelah makan. Agar zat besi terserap dengan baik, usahakan minum tablet tambah darah sebelum 1 jam sebelum makan. Minum jus atau vitamin C dengan tablet tambah darah dapat memaksimalkan penyerapan zat besi. Hindarkan minum teh, kopi, susu, coklat, cola, wine bersamaan dengan minum tablet tambah darah.

Referensi

  • Sungkar, A., Bardosono, S., Irwinda, R., Manikam, N. R. M., Sekartini, R., Medise, B. E., . . . Vandenplas, Y. (2022). A life course approach to the prevention of iron deficiency anemia in Indonesia. Nutrients, 14(2), 277. doi:https://doi.org/10.3390/nu14020277
  • Indonesia: Anemia during pregnancy can negatively impact fetal health: BKKBN. (2022, Apr 22). Asia News Monitor Retrieved from https://www.proquest.com/newspapers/indonesia-anemia-during-pregnancy-can-negatively/docview/2652926563/se-2
  • Ligiana, P. C., Flavia Cristina, D. A., Tiago da, S. A., Tábatta Renata Pereira, d. B., Daniella, P. N., & Yeda Aparecida de, O. D. (2022). Higher hemoglobin levels are associated with better physical performance among older adults without anemia: A longitudinal analysis. BMC Geriatrics, 22, 1-9. doi:https://doi.org/10.1186/s12877-022-02937-4
  • Sintha, D. P., Chien-Yeh, H., Yi-Tien, C., Adi, L. K., Lee, H., & Chao, J. C. -. (2022). Combined low plant and high animal dietary pattern is associated with a lower risk of anemia among dyslipidemic adult women in taiwan: A retrospective study from 2001 to 2015. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(10), 6231. doi:https://doi.org/10.3390/ijerph19106231
  • Sílvia, O. L., Sarah Aparecida, V. R., Dayane de, C. M., Elizangela da, S. M., Laís Silveira Gusmão, Sylvia do Carmo, C. F., & Priore, S. E. (2022). Factors associated with anemia among adults and the elderly family farmers. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(12), 7371. doi:https://doi.org/10.3390/ijerph19127371
  • https://www.bps.go.id/indikator/indikator/view_data/0000/data/1333/sdgs_2/1
  • https://www.nhs.uk/medicines/ferrous-fumarate/
  • https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/iron-supplement-oral-route-parenteral-route/proper-use/drg-20070148
  • https://www.health.qld.gov.au/__data/assets/pdf_file/0036/931698/c-lifeblood-iron.pdf
Mahar Santoso
Mahar Santoso Ketua Divisi Keprofesian Konsil Keterapian Fisik (Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia)

Posting Komentar untuk "Ceria! Anak SMP-SMA diberi Tablet Tambah Darah oleh Menteri Kesehatan"