Kamis, 08 September 2016

Dakwah untuk Diri Sendiri

Dalam perjalanan pulang dari Kampus UI malam ini (8 September 2016), terlintas pemikiran. Kenapa banyak orang yang mengajak kebaikan tetapi masih banyak kejahatan ? Kenapa banyak yang mengajak masuk surga tetapi pengikut neraka berkeliaran ?

Memang Hidayah itu milik ALLAH, Kehendak ALLAH mau kasih hidayahNYA kesiapa. Orangpun tidak bisa menghalangi ataupun memberi hidayah. Hanya mungkin kita sebagai manusia berusaha untuk saling mengingatkan dan menasehati. Buktinya, paman Nabi Muhammad pun tidak bisa masuk Islam sampai akhir hayatnya.

Terlintas dalam pemikiran, apakah metode selama ini kita salah ? apakah metode dari para Pak Kyai, Pak Ustadz sudah benar ? Entahlah, tapi saya yakin mereka punya Ilmu untuk Dakwah, sedangkan saya belum berilmu cukup. Semoga tulisan ini tidak menjerumuskan pemikiran saya kepada tinggi hati.

Untuk mengajak kebaikan, jika kita lihat dari zaman Nabi, pasti pakai Kalimat yang Positif. Kalimat ajakan positif itu tidak di embel-embeli menakut-nakuti. Coba aja dengarkan Lafal Adzan:

Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar

Assyhadu Anla Illa ha Ilallahu
Assyhadu Anla Illa ha Ilallahu

Assyhadu Anna Muhammad Rasullullah
Assyahadu Anna Muhmmad Rasullullah

Haiya Ala Sholaaah..
Haiya Ala Sholaaah..

Haiya Ala Falaaah..
Haiya Ala Falaah...

Allahu Akbar 
Allahu Akbar

Laa Illa Ha Ilallahu


Jelas-jelas disitu setelah mengagungkan Nama Allah dan Bersyahadat. Kita diajak kebaikan yaitu Sholat. Kemudian dilanjutkan dengan kita akan menuju Kemenangan.

Nah, jelas bukan ? Kalo mo mengajak ke kebenaran, mau mengajak ke kebaikan.. Maka Kalimatnya harus positif! bukan menakut-nakuti. Walaupun ada dua jenis orang yaitu Orang yang mendekati Surga dan Orang yang Menjauhi neraka.

Kalo dikaitkan dengan zaman sekarang, di era pembangunan kesehatan masyarakat, So Pasti kita juga melaksanakan Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit di masyarakat harus dengan kalimat yang positif, agar masyarakat mau berperilaku hidup sehat, bukan malah menakut-nakuti dengan cara merayakan hari penyakit Sepanjang Tahun. Itu ada hari Hipertensi, hari Disabilitas, Hari Diabetes, dan hari-hari penyakit lain... eh kok malah dirayakan besar-besaran.

Mungkin saatnya sekarang adalah mengganti perayaan hari penyakit tersebut dengan Tahun Sehat. Jadi setiap harinya dalam setahun itu masyarakat selalu sehat.



Share:

0 komentar:

Posting Komentar