Jumat, 23 Agustus 2013

Pemerintah sudah baik, Masyarakat lebih baik

Tulisan ini hanya berdasarkan pemikiran, pengetahuan, dan pengalaman penulis.

Saya heran, kenapa pemerintah dengan gigihnya mengupayakan kesehatan masyarakatnya. Setelah saya amati dan pelajari ternyata menjaga kesehatan masyarakat adalah memang kewajiban pemerintah yang tertulis di Pasal 28h UUD.   Kewajiban pemerintah itu sekarang lebih banyak di Politisasi oleh para calon pemangku kepentingan, seperti calon Bupati, Walikota, Gubernur, bahkan mungkin Presiden.

Para politikus tersebut lebih suka mengkampanyekan diri dan golongannya dengan slogan "Berobat Gratis", "Kartu Sehat", "Kartu Jaminan Kesehatan", dan slogan lain yang menarik minat masyarakat untuk memilihnya. Disini saya sudah mulai heran yang bertambah, "Lha wong emang udah kewajiban pemerintah, kenapa juga perlu dipakai untuk kampanye ? Ini masyarakatnya yang agak kurang sehat ato politikusnya yang kurang waras ?" 

Saya terus berfikir, kalau toh banyak masyarakat yang memilih dia, apa gag diitung juga tuh uang buat bayar kesehatan rakyat ? Ato emang duit pemerintah banyak ya buat bayar kesehatan rakyat seluruhnya ?
Heemmphh, Memang!!! Duit pemerintah itu memang banyak. Pemerintah dapat duit dari sumber-sumber diantaranya pendapatan pajak, pendapatan non pajak, retribusi, utang, dll. Tapi apa kesemua sumber pendapatan hanya untuk membiayai kesehatan masyarakat saja ? TIDAK! Ada pendidikan yang sama pentingnya, kesejahteraan rakyat, keamanan, kestabilan politik, belanja negara, yang semuanya juga butuh biaya.

Ok, kebijakan dan keputusan sudah diambil untuk "mengobati" masyarakat dengan GRATIS. Tanpa biaya, sakit apapun! So, Pemerintah sudah baik kan ? Pemerintah sudah melaksanakan tugasnya kan ? Masyarakat boleh gembira tentang kebijakan ini, dan sayangnya masyarakat terlalu euforia atas pelayanan berobat gratis. Sehingga mereka lupa akan hakikat sehat secara esensial. Mereka masih saja merokok. masih saja tidak berolah raga, masih saja makan junk food. Dalam benak masyarakat mungkin tertanam, "Ngapain Jaga Kesehatan ? Wong sudah ada jaminan sehat dan berobat gratis"
Masa bodo dengan kesehatan, yang penting makan masih enak ya berarti sehat.

Jikalau sudah begini, akan menjadi boomerang bagi pemerintah yang telah berjanji dan berkewajiban untuk menyehatkan masyarakatnya. Sekarang sudah mulai banyak pemerintah daerah yang kewalahan tagihan klaim dari rumah sakit setempat. Tagihan pengobatan gratis itu tidak tanggung-tanggung!! Hitungannya sudah M, mungkin sudah T dalam satu tahun.

Rumah Sakit, puskesmas, sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat pasti akan mendahulukan pelayanan daripada perhitungan dana secara murni. Dan baru akan ditagihkan ke pemerintah setelah kurun waktu berjalan. Biaya operasional rumah sakit salah satunya didapat dari tagihan klaim tersebut. Jika pemerintah tidak dapat membayarnya, maka rumah sakit pun akan mengalami kendala dalam operasional yang mengakibatkan buruknya pelayanan rumah sakit kepada pasien.

Nah Lho, jangan salahkan rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan terbaik ya !
Nah Lho, jangan salahkan pemerintah yang mengulur waktu pembayaran tagihan klaim, ataupun tidak membayar sembari menunggu pemutihan !
Nah Lho, terus masyarakat mau berobat gratis kemana ?

Solusi untuk mengakhiri dilema ini adalah Masyarakat harus berkemauan dan kemampuan untuk hidup sehat. Diantaranya adalah berhenti merokok, membuat Kawasan Tanpa Rokok, berolahraga minimal 30 menit setiap hari, mengkonsumsi sayuran dan buah serta makan-makanan yang sehat, hindari stress, mejaga pola hidup sehat, AKSESI FCTC.

Saya yakin, pemerintah, swasta, dan masyarakat ingin menjadi pribadi yang sehat jasmani dan rohani.
Mari kita bersama-sama menjaga dan memajukan kualitas hidup sehat kita, mulai saat ini, mulai dari diri sendiri.

Keep Indonesia Sehat !

Aku bisa karena DiriMu, kita bisa karena kita bersatu ! Tetap sehat ! Tetap Semangatz !
Share:

1 komentar:

  1. jangan sinis dengan masyarakat bro,
    banyak kok yang masyarakat tidak percaya dengan jaminan kesehatan yg KATAnya geratis itu
    dan banyak juga yang tidak tahu tentang HIDUP sehat itu ??

    :D

    BalasHapus