Sabtu, 12 November 2011

Okupasi Terapi

Okupasi Terapi adalah Profesi kesehatan yang membantu kesehatan pasien untuk dapat hidup mandiri sesuai dengan kondisinya. Pelaku Okupasi Terapi disebut Okupasi Terapis. Profesi ini menangani masalah kesehatan mulai dari anak-anak hingga lansia. Okupasi Terapis memberikan terapi untuk kondisi mental dan fisik yang dialami pasien. Okupasi Terapis berpacu pada 3 Area yaitu Produktivitas, Aktivitas Keseharian (Activity Daily Living), dan Pemanfaatan waktu luang (Leisure).

Kondisi yang membutuhkan pertolongan Okupasi Terapis antara lain :
1. Kesulitan belajar (Learning Disabilities)
2. Autism
3. Dimensia
4. Alzheimer
5. Gangguan makan dan mood
6. Kecanduan NAPZA
7. Trauma Otak (Brain Injuries) seperti Cerebral Palsy, dan Stroke
8. Trauma Spinal Cord (Spinal Cord Injuries)
9. Kanker
10. Gangguan Neuromuskuloskeletal
11. Down Syndrome

Pada kondisi anak, pelayanan Okupasi Terapi bekerja pada Area Produktivitasnya seperti aktivitas belajar, bermain. Area aktivitas keseharian seperti makan, berpakaian, mandi. Pada Area pemanfaatan waktu luang seperti bermain dengan teman-temannya.
Pada kondisi dewasa, pelayanan Okupasi Terapi bekerja pada Area Produktivitas seperti bekerja. Area aktivitas keseharian seperti makan, berpakaian, toileting, mobilisasi, dsb. Pada Area pemanfaatan waktu luang sesuai dengan hobi yang dimiliki pasien seperti memancing, bermain musik, olahraga, dsb.

Orang yang ingin menjadi Okupasi Terapi menimal memiliki pendidikan Okupasi Terapi. Di Indonesia ada 2 (dua) tempat untuk menjalani pendidikan yaitu di Politeknik Kesehatan Surakarta dan di Universitas Indonesia.

Setelah selesai pendidikan, dapat bekerja sesuai lahan yang di inginkan seperti di rumah sakit, klinik, home care, panti jompo, yayasan sosial, dsb.


Share:

2 komentar:

  1. Lebih bagus OT di politeknik kesehatan kemenkes surakarta atau di universitas Indonesia?

    BalasHapus
  2. Hi Anonim,

    Kedua institusi pendidikan tersebut semuanya baik :)

    BalasHapus