Minggu, 06 September 2009

Reflek Primitif

RefLek
Reflek merupakan gerakan otomatis yang terjadi tanpa disadari, yang biasanya diinisiasi oleh stimulasi sensori.


1. PALMAR GRASP REFLEX
Developmental course (usia perkembangan) : lahir sampai 3 bulan
    1. Lokasi (letak) : level spinal (tulang belakang)
    2. Cara pemeriksaan :
Bayi diposisikan telentang lurus, telunjuk orang dewasa diletakan pada bagian Ulnar (telapak tangan yang searah dengan kelingking) dan tekan Palmar (telapak tangan) bayi.
d.   Reaksi :
Reflek positif bila bayi segera memegang telunjuk orang tersebut.
Jika tangan orang dewasa ditarik keatas, pegangan bayi semakin menguat, dan bayi akan meluruskan forearmnya.
d.      hal yang harus diperhatikan :
periksa : intensitas, simetri, resistance
bedakan grasp refleks (GR) dengan voluntar grasp (VG)
GR = reaksi menggenggam terus
VR = reaksi intermitten 

2. ATNR : asymetrical tonic reflex
a.       lokasi : Brainstem
b.      Developmental course :
Pada bayi baru lahir respon bisa negative, bisa positif
Akan lebih jelas bila bayi sudah berumur 4 ato 5 minggu
Respon positif bila normal sampai bayi berusia antara 4-6 bulan
c.       cara pemeriksaan :
bayi pada posisi supine (telentang) dengan kepala midline (ditengah). Setelah itu kepala bayi dimiringkan ke kanan dan ke kiri. Posisi tangan di atas kepala bayi sebelah samping yang berlawanan dengan arah gerakan.
d.      reaksi :
positif bila elbow (siku) menekuk pada arah berlawan tolehan kepala, begitu juga dengan lututnya.
Contoh : tolehan kepala ke kiri, maka siku dan lutut yang menekuk adalah lutut kanan. Vice versa. 

3. STNR : symmetrical tonic neck reflex
a.       lokasi : level brainstem
b.      Developmental course :
Pada bayi baru lahir respon bisa negative, bisa positif
Akan lebih jelas bila bayi sudah berumur 4 ato 5 minggu
Respon positif bila normal sampai bayi berusia antara 4-6 bulan
c.       cara pemeriksaan :
posisi bayi supine dengan kepala midline
stimulasi dilakukan dengan memfleksikan (menekuk) leher bayi.
d.      reaksi :
positif bila kedua lengan bai fleksi dan tungkai ekstensi (lurus) saat kepala difleksikan. Vice versa. 

4. MORO REFLEX
a.       lokasi : level spinal
b.      developmental course : 0-4 bulan
c.       cara pemerikasaan :
bayi disangga oleh orang dewasa dengan lengan orang dewasa menyangga punggung dan pantat bayi. Kepala bayi dipegang tangan lainya. Secara tiba-tiba jatuhkan pegangan kepala bayi beberapa cm tetapi jangan ditekan. Kepala dijatuhkan saat otot-otot leher dalam keadaan rileks serta kepala dalam posisi lurus. Tes dilakukan paling tidak 3 kali untuk memperoleh hasil dari semua komponen.
d.      reaksi :
reaksi yang lengkap terdiri dari :
ABDUKSI (menjauh dari badan) ekstrimitas (anggota gerak) atas kedua shoulder
EKSTENSI sendi siku dan semua jari-jari tangan 

5. PLACING REACTION
a.       lokasi : level spinal
b.      developmental course : ada pada usia 1-3 bulan, hilang sampai bayi bisa berjalan (10-12 bulan)
c.       cara pemeriksaan :
angkat bayi dengan diposisikan berdiri diujung meja, sehingga bagian belakang kaki atau bagian depan kaki sedikit menyentuh ujung meja. Pegang bayi pada bagian thorax (dada).
d.      kaki bayi terangkat oleh adanya fleksi hip dan knee serta bayi berusaha meletakkan kakinya dimeja. 

6. ROOTING
a.       lokasi : level spinal
b.      developmental course : lahir sampai 3 bulan
c.       cara pemeriksaan :
bayi diposisikan telentang dengan kepala lurus dan kedua tangan diatas dada. Dengan menggunakan jari, sentuh kulit bagian mulut dari sudut mulut, lalu bibir bagian atas dan bawah secara melingkar.
d.      reaksi :
Ketika dirangsang pada bagian sudut mulut kepala bayi akan berputar mengikuti arah rangsangan
Ketika dirangsan pada mulut bagian atas, mulut bayi akan terbuka diikuti retrofleksi (dengak ke atas) kepala.
Ketika dirangsang pada mulut bagian bawah, mulut terbuka secara keseluruhan dan bayi mencoba mengisap jari orang dewasa. 

7. SUPPORTING REFLEX
a.       developmental course : reflex secara bertahap hilang pada usia 2-6 bulan.
b.      Cara pemeriksaan ; bayi ditempatkan dimeja
c.       Reaksi : bayi berusaha memposisikan dirinya pada posisi berdiri pada meja. 

8. PRIMARY STEPING
a.       lokasi : level spinal
b.      developmental course : bervariasi mulai lahir sampai 3 bulan
c.       cara pemeriksaan :
kaki bayi ditempatkan dimeja
gerakkan bayi kedepan menyertai langkahnya
miringkan sedikit badan bayi, reaksi tidak terjadi bila posisi bayi oblique backward position.
d.      reaksi :
bayi berjalan ritmik, dan koordinasi yang baik antara hip dan knee tidak pernah ekstensi penuh.
Bayi yang mature biasanya akan berjalan dengan tumit, bayi premature berjalan dengan ujung jari (jinjit).

9. NECK RIGHTING
a.       developmental course :
body on head : lahir sampai usia 4 bulan
body on body : mulai usia 4 bulan
b.      cara pemeriksaan :
bayi diposisikan tidur terlentang lalu kepala diputar kesalah satu sisi kanan/kiri.
c.       reaksi :
i.      body on head
seluruh tubuh berputar sebagai satu unit (bersamaan)
ii.      body on body
tubuh berputar mengikuti kepala secara segmental/perbagian, tidak bersamaan
pertama kepala berputar lalu satu persatu diikuti shoulder, trunk dan pelvis serta anggota gerak bawah

10. TLR (TONIC LABYRINTHINE REFLEX)
a.       lokasi : level brainstem
b.      developmental course : pada anak normal reaksi tidak menentu (0-3 bulan), tetapi pada anak cerebral palsy dan sering timbul pada anak dengan gangguan otak minimum.
c.       Cara pemeriksaan :
Posisikan bayi tidur terlentang
Posisikan bayi tidur tengkurap
Observasi tonus otot pada kedua posisi tersebut
d.      reaksi :
pada posisi terlentang (supine) terdapat tonus otot ekstensor yang maksimal
pada posisi tengkurap (prone) teredapat tonus otot fleksor yang maksimal 

11. PROTECTIVE RESPONSE
A. FORWARD
i. developmental course : mulai usia 6 bulan dan terus ada selama hidup
ii. cara pemeriksaan :
bayi diposisikan berdiri, kemudian bayi diturunkan dari vertical suspension ke arah suport.
iii. reaksi :
bayi akan menahan tubuh dengan kedua lengan ekstensi.
B. LATERAL
i. developmental course : ada mulai usia 8 bulan dan terus ada selama hidup.
ii. cara pemeriksaan :
bayi duduk lalu didorong kearah lateral (samping) pada bagian shoulder
iii. reaksi :
lengan bayi akan ekstensi ke samping dan menahan berat badan ke arah dorongan.
C. BACKWARD
i. developmental course : ada mulai usia 10 bulan dan terus ada selama hidup.
ii. cara pemeriksaan : bayi didorong ke arah belakang selagi duduk
iii. reaksi :
lengan bai akan ekstensi ke belakang dan menahan berat badan kearah dorongan.
12. LATERAL HEAD RIGHTING
a.       developmental course :
respon lengkap timbul pada usia antara 6-8 bulan dan terus ada selama hidup. Tes dilakukan dengan menggabungkan labyrinthine dan optical righting on head.
b.      cara pemeriksaan :
bayi diangkat sampai kurang lebih setinggi pelvis lalu dimiringkan kekiri dan kekanan untuk pemerikasaan kelurusan badan dan kepala serta pandangan.
c.       reaksi :
kepala bayi akan tetap lurus untuk respon normal, posisi muka vertical, mulut horizontal.
13. GALANT REFLEX
a.       lokasi : level spinal
b.      developmental course : lahir – 2 bulan
c.       cara pemeriksaan :
i.      bayi tengkurap
ii.      diberi stimulus dengan benda tumpul pada paravertebra (kurang lebih 2 cm disamping tulang belakang) kira-kira T5-sacrum
iii.      catat gerakan lateral trunk.
iv.      Stimulus diulangi 3 kali tiap sisi dengan kepala posisi fleksi/netral posisi.
d.      reaksi
lengkung vertebra berubah pada sisi yang sama (incurvature)
14. SUCKLING REFLEX
a.       lokasi : level spinal
b.      developmental course : 0-3 bulan
c.       cara pemeriksaan : stimulasi lidah dan bagian dalam mulut bayi.
d.      Reaksi :
Bayi berusaha mengisap secara ritmis dan terkoordinasi dengan proses pernafasan menelan.
15. LANDAU REFLEX
a.       lokasi : level brainstem
b.      developmental course : 6-24 bulan
c.       cara pemeriksaan : posisikan bayi tengkurap dan support bagian bawah kakinya (tarsal)
d.      reaksi : head,neck,thorax dan hip ekstensi
16. STARTLE REFLEX
a.       developmental course : 4 bulan sampai seumur hidup
b.      cara pemeriksaan : stimulasi tiba-tiba baik auditory maupun visual alerting
c.       reaksi : Pola ekstensi semua ekstrimitas tetapi tidak diikuti gerakan merangkul.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar