Market Recap Saham 28 Januari 2026: IHSG Longsor 7%, Saatnya Panic Selling atau Serok Bawah?

Daftar Isi

Market Recap Saham 28 Januari 2026: IHSG Longsor 7%, Saatnya Panic Selling atau Serok Bawah?

Sumber: IDX

Halo sobat cuan dan rekan-rekan pejuang work-life balance! Balik lagi sama saya, abdi negara yang di jam kantor mikirin inisiasi strategis kementerian, tapi kalau malam (atau pas istirahat makan siang) sibuk pelototin running trade demi menjaga keuangan keluarga tetap sehat walafiat.

Jujur saja, hari ini, Rabu 28 Januari 2026, adalah hari yang sangat menguras emosi sekaligus logika bagi kita para pegiat saham. Sejak saya mulai terjun di pasar modal tahun 2014, saya sudah lihat macam-macam drama, mulai dari taper tantrum sampai pandemi. Tapi hari ini? IHSG seolah lupa caranya naik. Mari kita bedah tuntas datanya biar nggak cuma sekadar panik tanpa alasan.

Overview Market Saham Indonesia: Wednesday Black?

IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) hari ini ditutup dengan luka yang cukup dalam. Mari kita lihat angka-angka krusialnya: IHSG berakhir di level 8.320,556. Kalau kita hitung dari penutupan sebelumnya di 8.980,230, artinya market kita anjlok sebesar -659,674 poin atau -7,35%.

Bayangkan, pembukaan pagi tadi saja sudah langsung gap down. Level tertinggi hari ini cuma sempat menyentuh 8.596,172 pada pukul 09:29 WIB. Setelah itu? Longsor tanpa rem sampai titik terendahnya di 8.187,735 pada pukul 14:29 WIB.

Berikut adalah ringkasan aktivitas perdagangan hari ini:

  • Volume Perdagangan: 57.785 juta lembar saham.
  • Nilai Transaksi: Rp45,43 triliun.
  • Frekuensi: 3,91 juta kali transaksi.
  • Kapitalisasi Pasar: Rp15.093 triliun.

Yang bikin saya sebagai think tank agak dahi berkerut adalah pergerakan investor asing. Net Foreign hari ini mencatatkan Net Sell sebesar Rp6,17 triliun. Ini angka yang sangat besar untuk satu hari perdagangan dan menunjukkan ada tekanan jual masif dari luar negeri.

---

Top Gainer, Top Loser, dan Si Paling Aktif

Meski IHSG lagi merah membara seperti kuah seblak level 10, ternyata masih ada beberapa emiten yang melawan arus (rebel). Tapi hati-hati, jangan sampai terjebak bull trap.

Top Gainers (Si Penyejuk Portofolio)

Banyak saham lapis tiga yang tiba-tiba melesat. WAPO memimpin dengan kenaikan +34,04%, disusul oleh STAR (+24,80%) dan BOGA (+24,74%). Saham-saham ini memang seringkali jadi "tempat pelarian" spekulan saat blue chip lagi tumbang.

Top Losers (Penyebab Senam Jantung)

Daftar ini didominasi oleh saham-saham yang terkena Auto Rejection Bawah (ARB) sebesar -15,00%. Beberapa di antaranya adalah DSSA, AIMS, ARGO, BUVA, dan CDIA. Yang paling mengkhawatirkan adalah DSSA karena market cap-nya cukup besar, sehingga tarikannya ke indeks sangat terasa.

Top Volume & Value (Si Paling Sibuk)

  • Top Volume: GOTO masih jadi raja dengan volume 10,9 miliar saham (19,01% dari total market).
  • Top Value: BBCA mencatatkan nilai transaksi tertinggi sebesar Rp7,49 triliun, disusul BMRI Rp2,96 triliun.
  • Top Frequency: BBCA lagi-hal yang paling sering dipindah tangankan sebanyak 273.722 kali.
---

Analisis Sektoral: Siapa yang Masih Bertahan?

Sebagai orang yang terbiasa menganalisis data, saya selalu melihat sektor mana yang paling rapuh. Hari ini, hampir semua sektor babak belur, tapi ada beberapa yang "agak" mendingan dibanding yang lain.

Sektor yang Anjlok Parah

  • Infrastruktur (J): Turun drastis -10,15%. Ini penurunan terdalam hari ini.
  • Energi (A): Melemah -8,99%. Harga komoditas dunia mungkin sedang tidak bersahabat.
  • Teknologi (I): Ambles -7,55%.

Sektor yang Lebih Resilien

  • Consumer Non-Cyclicals (D): Hanya turun -3,96%. Ini wajar karena dalam kondisi ekonomi apa pun, orang tetap butuh makan dan sabun.
  • Financials (G): Turun -4,30%. Meski turun, sektor perbankan masih mencoba menahan IHSG agar tidak jatuh lebih dalam ke level 8.000.
---

Strategi Menghadapi Trading Halt (Jika Terjadi Lagi)

Melihat penurunan yang mencapai 7%, secara regulasi bursa biasanya akan memberlakukan trading halt atau pembekuan perdagangan sementara jika penurunan berlanjut hingga 10% atau sesuai kebijakan bursa terkini. Sebagai PNS yang harus tetap fokus kerja tapi juga pengen aset aman, berikut strategi saya:

  1. Jangan Overtrade: Saat market volatil, spread antara bid dan offer jadi sangat lebar. Risiko slippage besar. Kalau tidak yakin, tutup aplikasi, balik kerja bikin presentasi.
  2. Cek Alokasi Cash: Di sinilah pentingnya money management. Kalau punya cash 30-50%, Anda adalah pemenang. Anda bisa mulai cicil beli (average down) saham blue chip di area support kuat.
  3. Analisis Fundamental Ulang: Apakah penurunan ini karena kinerja perusahaan jelek? Ternyata tidak. PER pasar saat ini di 15,60x dan PBV di 2,36x. Ini masih dalam rentang wajar, artinya penurunan lebih karena sentimen makro atau capital outflow.
  4. Amankan Psikologis: Ingat, loss itu baru nyata kalau sudah di-sell. Selama fundamental oke, anggap saja lagi diskon akhir tahun yang telat datang.
---

Analisis Teknikal IHSG & Stock Pick 29 Januari 2026

Secara teknikal, IHSG membentuk big bearish candle dengan volume yang meningkat. Ini indikasi bahwa tekanan jual masih mungkin berlanjut di sesi awal besok.

Support & Resistance:

  • Support 1: 8.200
  • Support 2: 8.050 (Psikologis)
  • Resistance: 8.500

Stock Pick untuk Besok (Watchlist):

Disclaimer: Keputusan investasi ada di tangan Anda. Ini adalah opini pribadi berdasarkan data market hari ini.

  • BBCA: Meski hari ini turun -6,33%, BBCA adalah saham dengan fundamental paling kokoh. Area beli di sekitar 9.500-9.700 (jika menyentuh) untuk investasi jangka panjang.
  • BOGA: Bagi yang suka fast trade, BOGA menunjukkan kekuatan hari ini dengan kenaikan 24,74%. Perhatikan volatilitas saat pembukaan.
  • INDF: Secara mengejutkan, INDF memberi kontribusi positif ke IHSG hari ini sebesar +1,43 poin. Layak dipantau untuk saham defensif.
---

Kesimpulan

Hari ini memang berat buat keuangan portofolio kita. IHSG yang turun 7,35% bukan hal yang bisa dianggap sepele. Tapi ingat rekan-rekan, bursa saham selalu bergerak dalam siklus. Saat semua orang panik (fear), itulah saatnya kita yang berkepala dingin mulai mencari peluang di tengah reruntuhan.

Jangan lupakan saham sharia juga. Indeks ISSI turun -7,75% hari ini , namun saham seperti ANTM masih menunjukkan volume transaksi yang tinggi (10,16% dari total ISSI).

Tetap jaga kesehatan, jangan lupa olahraga supaya tetap fit buat kerja besok pagi. Salam cuan dan tetap semangat!

Apakah portofolio Anda hari ini memerah pekat atau justru nemu mutiara terpendam? Yuk, sharing di kolom komentar!

---

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Kenapa IHSG turun drastis sampai 7% hari ini?

Penyebab utamanya adalah aksi jual masif investor asing (Net Sell Rp6,17 triliun) dan penurunan tajam di sektor Infrastruktur serta Energi.

2. Apa itu Trading Halt?

Penghentian sementara perdagangan saham oleh bursa jika indeks turun hingga batas tertentu (misalnya 5% atau lebih) dalam satu hari untuk meredam kepanikan pasar.

3. Apakah sekarang waktu yang tepat untuk "All In"?

Sangat tidak disarankan. Sebaiknya gunakan strategi dollar cost averaging atau cicil beli secara bertahap karena dasar (bottom) dari penurunan ini belum terkonfirmasi.

4. Saham apa yang paling kuat hari ini?

Dari sisi kontribusi poin ke IHSG, BOGA dan INDF menjadi pemimpin (leaders) di tengah badai penurunan.

5. Berapa kurs Rupiah hari ini?

Berdasarkan data IDX, kurs tengah BI berada di level Rp16.723 per USD.

Udah, ga usah panik. Ini akan berlalu!

Mahar Santoso
Mahar Santoso Your Strategic Partner

Posting Komentar